Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membuat kualitas udara di Palembang berstatus kuning atau tidak sehat. Tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang jika nilai partikulat halus rata-rata di angka 57,52 µg/m³ hingga pukul 09.00 WIB.
"Udara yang tercatat berfluktuatif, namun pagi ini kategorinya kuning atau tidak sehat. Pukul 09.00 WIB tercatat sebesar 57,8 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Minggu (8/11/2026).
Dia menyebut udara Palembang memasuki kategori tidak sehat sejak pukul 00.00 WIB yang tercatat sebesar 57,7 µg/m³. Satu jam kemudian PM2.5 kembali biru atau sedang dengan angka 51,8 µg/m³.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pukul 02.00 WIB-04.00 WIB udara kembali tidak sehat dengan angka PM2.5 sebesar 56,8 µg/m³, 67,7 µg/m³, dan tertinggi 119,1 µg/m³. Pukul 06.00 WIB dan 08.00 WIB udara kembali tidak sehat dengan angka 61 µg/m³ dan 71,7 µg/m³.
"Angka PM2.5 tertinggi tercatat sebesar 119,1 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Meski berfluktuatif, udara Palembang dalam kategori tidak sehat secara rata-rata harian di kisaran 57,52 µg/m³," katanya.
Menurutnya, asal asap yang membuat kualitas udara Palembang memburuk disebabkan karhutla yang masih terjadi di wilayah OKI dan sekitarnya. Dia menyebut arah angin masih berasal dari timur.
Dia mengimbau masyarakat tetap memakai masker dalam kondisi udara yang kembali tidak sehat. Selain itu, mengurangi aktivitas luar ruangan ketika udara kembali memburuk.
"Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan," imbuhnya.
(dai/dai)



























































