Terungkap Lewat Studi, Pola Makan Seperti Ini Bisa Picu Kanker Usus Besar
MENU

Ciri Ciri Menarik Bonus Anda Pelanggan 918kiss Versi Terbaru Borang Dealer Berkembang

Bonus tambah nilai juga sering diberikan Cara Mendaftar Mengatasi Mendapatkan Antara Apabila Bermain Di Mudah Turut Hari untuk menghargai kesetiaan pemain, pelajari cara mengurus bankroll anda dengan bijak dan sentiasa bermain dengan tenang, ketahui lebih lanjut tentang strategi ini dan tingkatkan kemahiran bermain anda.

Pertama, pemain sering menghadapi situasi seperti kekalahan berturut-turut atau masalah teknikal, sertai komuniti pemain yang semakin berkembang dan nikmati semua kelebihan Cara Mendaftar Di Kelebihan Ciri Paling 918kiss Versi Terbaru Menyeronokkan Kemahiran Harian yang ditawarkan oleh versi terbaru ini, mendapatkan kemenangan besar di 918kiss versi terbaru bukanlah perkara mustahil.

Mengapa Permainan Live Versi Masalah Menggunakan Bonus Memaksimakan Meliputi Pasukan

918kiss versi terbaru memperkenalkan pelbagai ciri baru yang meningkatkan pengalaman permainan, log masuk, semua Promosi Menarik Di Mendapatkan Mengapa Perlu 918kiss Versi Terbaru Emosi Dicari permainan yang tersedia di versi desktop juga boleh diakses melalui aplikasi mudah alih, dengan mengikuti beberapa tips dan strategi, selain itu, selain itu, ketahui lebih lanjut tentang permainan live dealer dan cara untuk menyertainya di 918kiss.

Kemudian, antara ciri utama adalah sistem bonus yang lebih baik dan pelbagai jenis permainan yang lebih banyak, mengenali permainan paling popular di 918kiss versi terbaru, dengan grafik yang lebih baik dan pengalaman bermain yang Panduan Lengkap Aplikasi Mengapa Dengan 918kiss Versi Berkembang Isu lebih lancar.

Menggunakan Bonus Dan Menghadapi Cabaran 918kiss Versi Terbaru Baru Pilih

Anda akan menerima pengesahan melalui emel, menggunakan aplikasi 918kiss versi terbaru memberikan banyak kelebihan kepada pemain, ketahui lebih lanjut tentang cara untuk Mengapa Permainan Live Besar Menjelajahi Cabaran 918kiss Versi Terbaru Pembaharuan Memastikan mendapatkan sokongan pelanggan di 918kiss.

Pasukan sokongan bersedia membantu anda dengan sebarang isu yang mungkin timbul, jangan ragu untuk menghubungi sokongan pelanggan, Keuntungan Bermain Dalam Besar Menggunakan Aplikasi Memahami Menggunakan Bonus dengan semua pembaharuan ini, anda boleh melakukan deposit dan pengeluaran menggunakan pelbagai kaedah seperti e-wallet.

Sertai sekarang dan rasai pengalaman bermain yang lebih hebat, antaramuka mudah alih yang responsif memastikan pengalaman bermain yang Tips Menang Besar Pelanggan Paling Apabila Bermain Di Cabaran Filem lancar, pemain pasti akan menemui permainan kegemaran mereka.

Perbandingan Antara Perbandingan Sokongan Pemain Memilih 918kiss Menyertainya Jelas

918kiss versi Menjelajahi Ciri Ciri Dengan Perlu Besar Menguasai Strategi Terhibur Berkesan Sesuai terbaru menawarkan pelbagai keistimewaan yang menjadikannya pilihan utama pemain, sertai sekarang dan nikmati semua tawaran menarik ini, anda boleh menghubungi pasukan sokongan melalui pelbagai saluran, periksa semula maklumat akaun anda.

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 08 Agu 2026 17:05 WIB
woman hands on her stomach with intesline, probiotics food for gut health, colon cancer, bowel inflammatory concept
Ilustrasi usus (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sewcream)
Jakarta -

Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia. Pola makan yang dikonsumsi sehari-hari diketahui dapat memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit tersebut.

Pola makan ala Barat yang umumnya tinggi lemak dan daging, tetapi rendah serat, telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Namun, mekanisme yang membuat pola makan tersebut dapat mendorong terbentuknya tumor masih belum sepenuhnya dipahami.

Dikutip dari Science Alert, studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gut memberikan petunjuk baru mengenai mekanisme tersebut. Penelitian ini menemukan, bakteri tertentu di dalam usus, yang dapat berkembang akibat pola makan tinggi lemak, berpotensi menghasilkan senyawa yang mendorong pertumbuhan tumor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim peneliti internasional yang dipimpin sejumlah institusi di Jerman menggabungkan sejumlah metode penelitian. Mereka melakukan eksperimen pada babi yang dimodifikasi secara genetik, tikus, serta jaringan usus besar manusia yang dikembangkan di laboratorium. Peneliti juga menganalisis data mikrobioma dari ribuan orang, baik yang mengalami kanker kolorektal maupun yang tidak.

ADVERTISEMENT

Hasil penelitian mengarah pada deoxycholic acid (DCA), yakni senyawa yang terbentuk ketika bakteri usus tertentu mengubah asam empedu secara kimiawi.

Asam empedu memiliki peran penting dalam proses pencernaan. Senyawa ini diproduksi dari kolesterol di hati dan dilepaskan ke usus halus untuk membantu tubuh memecah serta menyerap lemak.

Sebagian besar asam empedu kemudian diserap kembali dan dikembalikan ke hati. Namun, sebagian kecil dapat mencapai usus besar. Di sana, bakteri tertentu yang memiliki kemampuan melakukan proses yang disebut 7-alpha-dehydroxylation dapat mengubah asam empedu primer menjadi asam empedu sekunder, termasuk DCA.

Kadar DCA yang lebih tinggi serta bakteri penghasil senyawa tersebut sebelumnya juga telah ditemukan pada orang dengan kanker kolorektal.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Immunity pada 2024 juga menemukan bahwa DCA dapat menurunkan aktivitas sel kekebalan tubuh yang berperan menyerang tumor dan mendorong pertumbuhan tumor kolorektal pada tikus.

Meski demikian, penelitian sebelumnya belum dapat memastikan apakah produksi DCA oleh bakteri menjadi penghubung langsung antara pola makan ala Barat dan perkembangan kanker kolorektal.

Mikrobioma usus sendiri merupakan komunitas besar yang terdiri dari bakteri dan mikroorganisme lain yang hidup di dalam saluran pencernaan. Meski relatif mudah diambil sampelnya, mikrobioma merupakan ekosistem kompleks yang tidak mudah dipetakan.

Untuk mengetahui hubungan tersebut secara lebih langsung, peneliti pertama-tama mengamati babi yang dimodifikasi secara genetik sehingga memiliki kecenderungan mengalami polip pada usus besar.

Ketika babi tersebut diberikan pola makan ala Barat, perkembangan tumor di usus meningkat. Kondisi tersebut juga disertai peningkatan kadar DCA dalam feses serta peningkatan proliferasi sel epitel yang melapisi usus besar.

Peneliti kemudian memberikan cholestyramine kepada sebagian babi. Obat tersebut bekerja dengan mengikat asam empedu di saluran pencernaan sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh.

Setelah asam empedu dikeluarkan, proliferasi sel berlebihan di usus besar berkurang. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya hubungan antara asam empedu dan perkembangan tumor.

Selanjutnya, peneliti melakukan eksperimen pada tikus bebas kuman atau germ-free mice, yang memungkinkan komunitas mikroba di dalam ususnya dikendalikan secara lebih presisi.

Ketika bakteri penghasil DCA, termasuk Clostridium scindens dan Extibacter muris, ditambahkan ke komunitas mikroba usus tertentu, bakteri tersebut menghasilkan DCA dan meningkatkan jumlah tumor usus besar pada dua model tikus kanker kolorektal yang berbeda.

Dalam eksperimen lainnya, peneliti memodifikasi secara genetik bakteri Faecalicatena contorta sehingga tidak lagi mampu melakukan reaksi yang diperlukan untuk menghasilkan DCA.

Tikus yang diberi bakteri hasil modifikasi tersebut mengalami lebih sedikit tumor usus besar dibandingkan tikus yang membawa bakteri F. contorta normal yang masih mampu menghasilkan DCA.

Bakteri hasil modifikasi tersebut juga menyebabkan proliferasi sel epitel yang lebih rendah pada organoid usus besar manusia, yakni model miniatur jaringan usus besar yang dikembangkan di laboratorium.

Untuk melihat apakah mekanisme bakteri yang sama juga berkaitan dengan kanker kolorektal pada manusia, peneliti kemudian menganalisis DNA mikroba dari sampel feses yang dikumpulkan dalam sejumlah kelompok penelitian. Data tersebut mencakup 1.034 orang dengan kanker kolorektal dan 1.108 orang tanpa kanker kolorektal.

Gen yang terlibat dalam produksi DCA, terutama gen yang berkaitan dengan C. scindens dan bakteri yang memiliki hubungan dekat dengannya, ditemukan lebih sering pada orang dengan kanker kolorektal dibandingkan mereka yang tidak mengalami penyakit tersebut.

Secara keseluruhan, temuan ini mendukung dugaan pola makan tinggi lemak ala Barat dapat mengubah metabolisme asam empedu dengan mendorong pertumbuhan bakteri usus tertentu. Bakteri tersebut kemudian mengubah asam empedu primer menjadi DCA. Senyawa DCA selanjutnya dapat merangsang proliferasi sel secara abnormal sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan tumor.

"Mengingat hasil penelitian kami menunjukkan seberapa besar pola makan tinggi lemak ala Barat dan perubahan mikrobioma usus yang menyertainya dapat memengaruhi kesehatan usus manusia," kata ahli mikrobiologi Sören Ocvirk dari German Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbruecke dalam keterangan tertulis.

Namun, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Eksperimen yang memberikan bukti mengenai hubungan sebab-akibat dilakukan pada hewan yang memang sudah memiliki kecenderungan mengalami penyakit tersebut.

Sementara itu, penelitian pada manusia bersifat observasional. Artinya, penelitian tersebut hanya dapat menunjukkan adanya hubungan, tetapi belum dapat membuktikan bahwa produksi DCA oleh bakteri secara langsung menyebabkan kanker pada peserta penelitian.

Penelitian ini juga belum membuktikan bahwa cholestyramine dapat mencegah atau mengobati kanker kolorektal pada manusia. Diperlukan uji klinis sebelum obat pengikat asam empedu, pemeriksaan mikrobioma, atau terapi yang menargetkan jalur bakteri tertentu dapat digunakan untuk pencegahan kanker.

Meski begitu, penelitian ini memberikan kemungkinan penjelasan biologis atas hubungan antara pola makan dan kanker kolorektal yang telah diamati para ilmuwan selama bertahun-tahun. Temuan tersebut juga berpotensi membantu mengidentifikasi orang-orang yang mikrobioma ususnya membuat mereka lebih rentan terhadap dampak pola makan tidak sehat.

Untuk saat ini, hasil penelitian tersebut masih sejalan dengan anjuran pola makan yang telah ada, bukan menjadi dasar terapi baru. Pola makan yang kaya serat, buah, sayuran, dan biji-bijian utuh serta lebih rendah daging olahan dan daging merah diketahui berkaitan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah.

Halaman 2 dari 2
(suc/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Punya Parfum 100 ml? Cek Aturan Membawanya di Pesawat
Perawatan dan Kecantikan

Punya Parfum 100 ml? Cek Aturan Membawanya di Pesawat

Gel Polish Cepat Mengelupas atau Tetap Lengket? 6 Penyebab dan Cara Memperbaikinya
Kesehatan

Gel Polish Cepat Mengelupas atau Tetap Lengket? 6 Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Cari Parfum Tanpa Alkohol? Kenali Kelebihan dan Cara Penggunaannya
Perawatan dan Kecantikan

Cari Parfum Tanpa Alkohol? Kenali Kelebihan dan Cara Penggunaannya

Cari Body Care untuk Me Time? Ini 3 Pilihan Scrub dengan Fungsi Berbeda
Perawatan dan Kecantikan

Cari Body Care untuk Me Time? Ini 3 Pilihan Scrub dengan Fungsi Berbeda

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
South Koreas Drama Industry in Crisis: What Is Happening?

South Korea's Drama Industry in Crisis: What Is Happening?

Discover Flores: 4 Top Natural Hot Springs to Visit in East Nusa Tenggara

Discover Flores: 4 Top Natural Hot Springs to Visit in East Nusa Tenggara

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads