Senyum sumringah Oman menyapa tatkala pelanggan menghampiri gerai pastry miliknya yang berada di pinggir jalan. Bukan toko bergelimang cahaya lampu, gerobak berkaki tiga nan sederhana menjadi medium bagi Oman menjajakan dagangannya.
Belakangan, dagangan rotinya mendadak viral lantaran warganet berbondong-bondong mengunggahnya di media sosial. Bukan tanpa sebab, berbagai roti layaknya pastry ayam, keju, abon, burger, cromboloni, hingga roti goreng dijual dengan harga Rp10 ribu saja. Tak hanya itu, Oman juga menjual pisang lilit dan aneka bolen dengan harga Rp20 ribu untuk tiga potong.
"Kalau anak-anak suka beli burger dan crombolini karena mungkin lagi trend ya. Tapi kalau ibu-ibu cenderung lebih sering beli bolen dan pisang lilit," ujar Oman saat diwawancarai di lokasi berdagangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi pedagang kaki lima bukanlah hal yang mudah, tetapi Oman selalu punya taktik berjualan sendiri. Sejak 1980, Oman telah berjualan menggunakan gerobaknya di berbagai tempat. Saat ini, pada hari kerja ia berjualan di kawasan Pasar Baru sejak pukul sepuluh pagi, sementara ketika jarum jam menunjukkan angka empat sore, ia beranjak untuk bergeser ke depan The Kings Shopping Centre.
"Sabtu dan Minggu biasanya saya jualan di Tegalega dan memang alhamdulillah banyak yang beli di sana. Tapi memang enggak nentu sih, kadang rame tapi kadang juga sepi," tambahnya.
Dalam satu hari kerja, Oman dapat menjual 50 buah pastry, sementara di hari libur ia dapat menjual lebih banyak. Ketika ditanya mengenai proses pembuatannya, Oman mengaku hanya berperan sebagai pedagang, sementara pastry yang ia jual dibuat oleh temannya.
Oman, Penjual Pastry Gerobak yang Viral di Bandung Foto: Siti Nurhaliza Safitri |
Naik-turun harga bahan pokok rupanya pernah menjadi alasan Oman menaikkan harga jual dagangannya. Semula, aneka pastry dagangannya ia hargai Rp8.000 sebelum mengalami kenaikan menjadi Rp10.000.
Tim detikJabar mendapat kesempatan untuk mencicipi pastry* dagangan Oman, yakni cromboloni dan burger. Tekstur croissant yang renyah berpadu dengan krim cokelat memberikan sensasi rasa manis yang pas. Sementara itu, burger yang Oman jual juga tak kalah lezat dan bisa dijadikan andalan bagi pelanggan yang menyukai makanan asin.
Pastry dagangan Oman saat ini tengah menjadi buah bibir di kalangan warganet. Ketika ditanya pendapatnya mengenai hal tersebut, Oman mengaku terdapat kenaikan omzet setelah usahanya viral.
"Rasanya ini kue yang biasa dijual di toko. Tapi saya jualannya pake gerobak. Mungkin itu yang bikin unik dan orang-orang jadi penasaran. Alhamdulillah semenjak itu makin banyak yang beli," tambah Oman.
Beberapa pelanggan dari luar kota kerap berdatangan untuk mencicipi dagangan yang Oman jajakan. Namun, tempat dagangan Oman yang selalu berpindah menjadikan beberapa pelanggan bertanya-tanya akan keberadaan dirinya dan gerobak kaki tiganya.
"Sejauh ini, alhamdulillah sebagai pedagang kaki lima masih aman. Saya juga tidak melanggar aturan. Kalau ada petugas atau pengawas yang datang, biasanya mereka ngasih tahu terlebih dahulu. Selama saya berjualan di sini juga alhamdulillah gak pernah ada preman yang memalak," tambahnya.
Sebagai penutup, ia berharap usahanya dapat membawa berkah. Bukan hanya untuk dirinya seorang, tetapi juga untuk banyak orang.
"Banyak pelanggan yang ingin memotret atau membuat konten dan saya tidak keberatan. Silakan saja, saya perbolehkan. Sebelumnya memang belum seramai sekarang. Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa menjadi berkah dan menambah rezeki saya. Selama sama-sama mencari rezeki, saya tidak masalah kalau ada yang ingin membuat konten. Saya juga tidak pernah mengusir atau melarang mereka. Yang penting, kita bisa saling menghargai dan sama-sama mendapat rezeki," tutupnya.
























































