Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya pada Jumat (6/11/2026) petang. Berdasarkan data yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tasikmalaya hingga pukul 19.00 WIB, sedikitnya 18 unit rumah warga serta fasilitas publik mengalami kerusakan pada bagian atap.
Dampak terjangan angin kencang ini terkonsentrasi di Kecamatan Cipedes, Indihiang, dan Tamansari, dengan kerusakan terbanyak melanda wilayah Cipedes dan Indihiang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengonfirmasi bahwa laporan cuaca ekstrem tersebut mulai masuk ke Pusdalops sekitar pukul 17.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tadi kita menerima laporan yang masuk ke Pusdalops sekitar pukul 17.00 WIB, ada informasi akibat cuaca ekstrem yang disertai angin kencang. Yang sedang penanganan sekarang berkaitan dengan pohon tumbang di SMK Bina Lestari PUI dan yang lain masih terus didata. Ada beberapa rumah yang atapnya dan tempat parkir tersapu angin, sampai barusan itu ada 18 unit rumah," ujar Budi.
Budi menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan klasifikasi fenomena angin kencang tersebut sebagai puting beliung. Namun, fenomena itu terjadi saat hujan turun yang diiringi angin kencang. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Informasi belum sampai ke spesifik jenis anginnya (puting beliung), tetapi tadi hujan diiringi angin. Lokasinya di Indihiang, Tamansari, dan Cipedes. Di sana ada beberapa titik, semoga ini tidak bertambah karena itu bagian dari gangguan cuaca yang ada. Korban jiwa tidak ada, info yang masuk hanya di unit rumah saja," jelasnya.
Saat ini, personel BPBD telah disebar ke lokasi kejadian untuk melakukan verifikasi kerusakan di lapangan.
"Tim juga sudah berangkat untuk melakukan assessment unit tersebut. Apa saja kerusakannya, nanti kalau data sudah terdata kita akan melakukan evaluasi terkait penanganannya seperti apa," tambah Budi.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kota Tasikmalaya, berikut sejumlah titik terdampak di wilayah Cipedes dan Indihiang:
1. Pohon Tumbang
Jl. Cinehel, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes.
SMK Bina Lestari (PUI), Jl. Cigeureung RW 005, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes.
2. Atap Bangunan Tersapu Angin
Kecamatan Indihiang (Kp. Ciroyom Babakan RT 1 dan RT 2 / RW 13, Kelurahan Parakanyasag): Atap rumah milik Ibu Saidah, Ibu Resta Mega, Ibu Enung Heriana, Ibu Isna Setiani, Bapak Atep Komala Putra, Ibu Melani Oktaviani, Ibu Deti Nurhayati, Bapak Asep Rahmat Hidayat, Ikay Yustikasari, Yuyun Mardiana, dan Bagis Devia.
Kecamatan Cipedes (Kelurahan Nagarasari): Atap rumah milik Ustaz Azis (Kp. Cicariu RT 002/RW 009), Saung Parkir (Kp. Kadununggal RT 01/RW 08), dan rumah milik Bapak A. Yaman (Kp. Mancogeh RT 001/RW 007).
Menghadapi potensi gangguan cuaca yang mulai meningkat, Budi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri di lingkungan masing-masing.
"Meskipun belum memasuki puncak cuaca ekstrem, tetapi angin sudah mulai kencang. Masyarakat kami imbau untuk memangkas pohon secara mandiri bagi pohon-pohon yang sekiranya berisiko terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, tidak melakukan kegiatan di area lapangan terbuka pada saat hujan, serta mengurangi aktivitas di bantaran kali karena berisiko hujan sudah mulai meningkatkan muka air sungai," tutup Budi.
(iqk/iqk)






















































