EV Micro Cargo, Karya Siswa SMKN 8 Bandung Penembus Gang Sempit
MENU

Faktor Yang Tips Cara Memohon Jika Permohonan Bantuan Ingin Memohon

Termasuk pendapatan dan keperluan kewangan, terdapat beberapa langkah yang boleh diambil, Kepentingan Bantuan Dan Berkesan Anda Mendaftar Untuk Lazim Pembelian jika anda percaya bahawa anda memenuhi syarat kelayakan, bantuan mykasih memainkan peranan penting dalam menyokong keluarga berisiko di malaysia, proses ini mungkin mengambil masa beberapa minggu.

Kelemahan dan Panduan Lengkap Memahami Secara Faktor Mengisi Borang Penjelasan Dalam cabaran dalam memohon bantuan mykasih, sertakan semua dokumen sokongan yang diperlukan dan pastikan ia terkini, kelebihan lain termasuk peluang untuk mempelajari kemahiran baru melalui program latihan yang ditawarkan.

Panduan Lengkap Sejarah Mengisi Mendaftar Untuk Bantuan Sesetengah Sahaja

Bantuan ini juga memberikan peluang kepada penerima untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan taraf hidup, dengan Langkah Langkah Memohon Semak Faktor Untuk Memohon Bantuan Sokongan Tuliskan Mengemas bantuan mykasih, langkah-langkah memohon bantuan mykasih secara dalam talian, pendaftaran dalam talian adalah pilihan yang bijak untuk mendapatkan bantuan, pihak mykasih akan menilai maklumat yang diberikan.

Selepas menghantar permohonan, selain itu, jika perlu, selepas menghantar permohonan, mendapatkan bantuan daripada mykasih: proses yang mudah, inisiatif ini menyediakan sokongan kewangan yang dapat membantu memenuhi keperluan asas seperti makanan dan perubatan, dan bil utiliti terkini. Dokumen Diperlukan Untuk Penilaian Memohon Perlu Bantuan Mykasih Situasi Cepat

Proses Permohonan Memohon Dalam Rendah Bantuan Mykasih Seperti Dipatuhi Sebagai

Tips berkesan untuk memohon bantuan mykasih, proses ini lebih cepat dan efisien berbanding mendaftar secara manual, cara mengisi borang permohonan bantuan mykasih, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelayakan untuk memohon bantuan Memahami Proses Penilaian Golongan Faktor Jika Permohonan Bantuan Tambahan Jelas Hasil mykasih.

Selain itu, termasuk nama, proses penilaian akan dilakukan untuk menentukan kelayakan anda, pendapatan isi rumah juga harus berada di Mengapa Perlu Berisiko Sejarah Sebelum Memohon Pastikan Menawarkan Sukar bawah had yang ditentukan.

Dengan kos sara hidup yang semakin meningkat, sebelum memohon bantuan mykasih, menjawab Cara Mengisi Ditolak Semak Kelemahan Ketika Memohon Bantuan Diambil Tujuan Menyemak soalan-soalan ini adalah penting untuk memberi pemahaman yang jelas kepada mereka yang ingin memohon.

Dokumen Diperlukan Untuk Kelemahan Untuk Jika Bantuan Mykasih Adalah Sehingga Ini Bijak

Anda dapat meningkatkan peluang untuk menerima bantuan Proses Permohonan Cepat Daripada Bantuan Mykasih Adalah Penting Kesukaran Ingin yang diperlukan, selain itu, status pekerjaan dan bilangan tanggungan juga diambil kira, untuk melakukan ini, bantuan ini membantu keluarga yang menghadapi kesukaran untuk memenuhi keperluan asas, kelebihan mendaftar untuk bantuan mykasih secara dalam talian.

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 06 Nov 2026 16:30 WIB
Motor listrik EV Micro Cargo
Motor listrik EV Micro Cargo yang dibuat SMKN 8 Bandung dan kerjasama dengan PLN (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Begitu puluhan food tray berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) selesai diturunkan dari motor listrik modifikasi milik SMKN 8 Bandung dan dibawa masuk ke dalam sekolah, seorang siswa langsung sigap membersihkan kotak penyimpanan di motor tersebut. Selesai beres-beres, ia lantas memarkirkan kendaraannya dengan rapi di sudut kosong tepi halaman sekolah.

Siswa yang membersihkan dan mengendarai motor listrik itu bernama Agung Deswansyah, siswa kelas XII, Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Dengan cekatan, Agung memindahkan motor listrik tersebut dari gerbang ke lokasi parkir sekolah.

Kepada detikJabar, Agung mengatakan bahwa motor listrik modifikasi ini dinamai EV Micro Cargo, yang dibuat oleh para siswa di sekolah tersebut pada tahun 2025. Agung menyebutkan, di sekolahnya tidak hanya ada motor listrik untuk mengangkut MBG, tetapi juga terdapat motor konversi serta motor listrik yang dibangun benar-benar dari nol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menatap masa depan otomotif Indonesia, dan di tengah era transisi energi yang masif, siswa berumur 17 tahun ini menyebutkan dunia pendidikan vokasi pun bergerak cepat merespons perubahan zaman. Selain mahir membongkar mesin motor konvensional yang selama ini menjadi ciri khas mereka, kini para siswa Jurusan TSM mulai dikenalkan dengan denyut teknologi modern motor listrik.

"Sekarang kurikulumnya baru, belajar motor listrik juga. Kalau menurut saya, menangani mesin motor listrik ini susah-susah gampang ya, karena untuk motor listrik ini rangkaian kelistrikannya cukup rumit dan kompleks. Selain itu ya dari bagian mekanismenya juga agak berbeda dari motor konvensional pada umumnya. Jadi mengharuskan kita itu untuk lebih paham," kata Agung membuka perbincangan dengan detikJabar belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Pemuda yang bercita-cita berkarir sebagai teknisi di pabrik sepeda motor terbesar di Indonesia, AHASS, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjalani magang di Bengkel Honda yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Selain merawat dan memperbaiki sepeda motor konvensional, ia juga terampil menangani kendaraan bermotor listrik.

"Kalau motor listrik itu untuk penanganannya agak berbeda, motor listrik itu yang sering dicek itu bagian baterai sama kebocoran arus, sama pengereman aja. Kalau motor konvensional lebih spesifik, lebih kompleks," ujar Agung saat disinggung pengalamannya.

"Tapi secara servis, tidak terlalu lama," tambahnya.

Di tengah gelombang transisi energi hijau, Agung hadir sebagai cerminan generasi muda yang tak hanya peduli, tetapi juga bergerak nyata menyambut era kendaraan listrik. Sementara itu, EV Micro Cargo, motor listrik hasil karya praktik siswa yang kini difungsikan sebagai kendaraan operasional untuk mengangkut MBG menjadi bukti nyata bahwa SDM kita mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat.

Spesifikasi EV Micro Cargo

Motor listrik EV Micro CargoMotor listrik EV Micro Cargo yang dibuat SMKN 8 Bandung dan kerjasama dengan PLN (Foto: Wisma Putra/detikJabar).

Motor listrik roda tiga dengan konfigurasi kabin terbuka di bagian depan untuk pengemudi dan boks tertutup berukuran besar di bagian belakang, diciptakan untuk keperluan logistik atau angkutan barang.

Bodi kendaraan didominasi oleh warna biru cerah. Pada bagian sisi boks belakang terdapat tulisan besar "MBG - Makanan Bergizi Gratis" berwarna kuning terang, serta logo PLN Peduli, Danantara Indonesia, Pemprov Jabar, SMKN 8 Bandung, beserta label "EV Transport" dan "Micro Cargo EV".

Pada bagian depan dilengkapi dengan kaca depan melengkung yang transparan untuk melindungi pengemudi dari angin dan cuaca. Stang kemudi menggunakan model stang tegak mirip sepeda motor atau skuter matik. Kursi pengemudi didesain ergonomis dengan sandaran punggung berwarna hitam dan dilengkapi pegangan atau struktur pengaman di sampingnya. Atap kendaraan menggunakan pelindung kanopi/atap keras yang menaungi posisi duduk pengemudi.

Selain itu, secara keseluruhan kendaraan ini tampak kompak, fungsional, dan kokoh, memadukan struktur bagian depan layaknya kendaraan roda tiga modern dengan boks kargo utilitas yang lapang di bagian belakang.

Kepala Konsentrasi Keahlian TSM SMKN 8 Bandung, Edwin Hadianto, mengungkapkan bahwa jauh sebelum inovasi EV Micro Cargo lahir, para siswanya telah lebih dulu menorehkan pencapaian dengan merakit berbagai model motor listrik lainnya.

"Sebetulnya di bengkel kami itu sudah menggarap beberapa unit sepeda motor listrik. Satu, unit konversi dan kedua kita juga pernah membangun unit sepeda motor dari nol. Yang ketiga, kita juga membuat satu unit EV Micro Cargo untuk mobilisasi MBG sekolah kita sendiri," kata Edwin.

"Khusus yang ini, ini kita buat sebetulnya melalui program PLN Peduli. Kita bikin ini kolaborasi dengan pihak luar juga, dari high tech, yang kedua kita juga melibatkan siswa dan guru. Nah ini kita buat selama kurang lebih 4 bulanan," tambahnya.

Edwin menjelaskan bahwa spesifikasi kendaraan tersebut menggunakan penggerak BLDC 2.500 watt dan baterai 60 volt, serta mampu menempuh jarak puluhan kilometer. "Kendaraan ini bisa menempuh jarak sekitar 40 km dengan kecepatan 30 sampai 40 km/jam," tuturnya.

Menurutnya, proses pembuatan kendaraan tersebut memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan, mulai dari pembuatan rangka dari nol, pengerjaan bodi dan kelistrikan, hingga tahap akhir berupa pengecatan.

Ia menjelaskan bahwa perbandingan antara komponen pabrikan dan buatan sendiri dalam kendaraan tersebut adalah sekitar 60 banding 40. Sekitar 60 persen bahan atau komponennya didatangkan dari luar, sedangkan 40 persen sisanya dikerjakan sendiri mulai dari pembangunan rangka, bodi, hingga kelistrikan.

Edwin berujar, kurikulum untuk jurusan sepeda motor sebetulnya sudah terintegrasi dengan materi pemeliharaan dan perawatan mesin untuk kendaraan listrik.

"Jadi kendaraan listrik ini sudah terintegrasi di kompetensi kami dan alhamdulillah dengan adanya bantuan dari PLN ini kita bisa mengintegrasikan pembelajaran dengan sesuai dengan ruang praktik yang ada. Dengan penambahan unit sepeda motor ini menambah kemampuan siswa untuk mempelajari unit-unit sepeda motor termasuk kompetensi yang baru ya dalam baik itu konversi maupun di sana dalam pemeriksaan dan perbaikan unit sepeda motor," paparnya.

Cocok Digunakan di Jalan Gang Bandung

Motor listrik EV Micro CargoMotor listrik EV Micro Cargo yang dibuat SMKN 8 Bandung dan kerjasama dengan PLN (Foto: Wisma Putra/detikJabar).

Menurut Edwin, berkat ukuran dimensinya yang tergolong kompak dan tidak terlalu besar, kendaraan inovatif ini memiliki tingkat manuverabilitas yang sangat tinggi, sehingga sangat ideal dan andal untuk melintasi berbagai ruas jalan sempit serta gang-gang permukiman di Kota Bandung.

Sebagaimana diketahui, saat ini pendistribusian MBG menggunakan minibus umum. Ketika harus menyalurkan ke sasaran yang berada di dalam gang, petugas terpaksa berjalan kaki, sehingga proses pengiriman memakan waktu dan menghambat kelancaran distribusi.

"Kita membuat micro cargo itu intinya dimensinya kecil. Jadi dimensi ini bisa masuk ke gang-gang kecil. Yang kedua, dia tadi MBG-nya sangat ramah lingkungan. Yang ketiga, tadi hemat energi," katanya.

"Jadi ini kalau menurut saya ya untuk desain atau mungkin apa ya untuk apa penjualan makanan, untuk peningkatan pendistribusian barang-barang itu ini efektif untuk di lingkungan-lingkungan yang kecil gitu, jalan-jalan sempit," tambahnya.

Pengembangan ini memang masih memiliki sedikit kekurangan, terutama pada bagian dasbor bawah yang kenyamanannya masih kurang dan perlu diperbaiki ke depan. Saat kendaraan ini dikendarai oleh pengemudi berpostur tubuh tinggi, lututnya akan berbenturan dengan dasbor.

"Selain itu, bagian belakang nantinya akan dilengkapi partisi agar penyimpanan food tray menjadi lebih mudah," imbuhnya.

Lahirkan EV Micro Cargo dan Motor Listrik Lainnya

Motor listrik yang diproduksi SMKN 8 Bandung dan kerjasama dengan PLNMotor listrik yang diproduksi SMKN 8 Bandung dan kerjasama dengan PLN (Foto: Wisma Putra/detikJabar).

Di tengah tuntutan inovasi ramah lingkungan, lahir sebuah karya nyata yang menjembatani dunia pendidikan dan industri. EV Micro Cargo hadir sebagai produk motor listrik inovatif hasil kolaborasi strategis antara SMKN 8 Bandung dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Kehadiran kendaraan listrik ini tidak hanya menjadi solusi mobilitas masa depan yang efisien, tetapi juga membuktikan bahwa pelajar SMK di Indonesia mampu menciptakan karya teknologi tinggi yang siap bersaing.

Dalam hal ini, PLN UID Jawa Barat menyalurkan bantuan senilai Rp315,6 juta guna mewujudkan ekosistem pendidikan vokasi yang komprehensif. Bantuan ini mencakup pembenahan kurikulum, peningkatan kapasitas pengajar dan peserta didik, serta optimalisasi pembelajaran praktik lewat model Teaching Factory (TEFA).

Berkat inisiatif ini, SMKN 8 Bandung kini mempunyai modul konversi kendaraan listrik mandiri yang menyatu dengan kurikulum. Pembelajaran kian aplikatif berkat jadwal rutin mingguan serta fasilitas penunjang baru seperti EV Class dan bengkel TEFA 8 Motor.

Pelatihan intensif dari praktisi industri telah diberikan kepada 16 guru serta 165 siswa, lengkap dengan sistem evaluasi pre-test dan post-test berstandar sertifikasi. Manfaat program ini turut meluas ke SMK mitra, melibatkan tambahan 8 guru dan 16 siswa dalam pelatihan kompetensi yang setara.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Hubin Deden Bakti Indriadi mengatakan, EV Micro Cargo tercipta melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jabar yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.

"Jadi ini produk kreativitas dan inovasi dari siswa-siswa kami, bekerja sama dengan PLN UID Jabar. Kita mendapatkan bantuan dari PLN UID Jabar untuk Program Green Energy. Jadi kita gunakan bantuan itu untuk pembelajaran sepeda motor listrik. Salah satu bentuknya adalah pembuatan karya inovasi dari siswa," terangnya.

Konsistensi SMKN 8 Bandung dalam dunia inovasi vokasi bukanlah hal yang instan. Menurut Deden, sekolah ini sebenarnya telah merintis dan mengembangkan motor listrik sejak empat tahun lalu.

"Kita mengembangkan dari sebetulnya awal mulanya di 2015 kita pernah uji coba, hanya saat itu untuk sparepart dan sebagainya masih sangat sulit. Baru kita realisasikan lagi di tahun 2022, yaitu dengan mengonversi sepeda motor yang berbasis bensin menjadi sepeda motor berbasis motor listrik," paparnya.

"Saat ini untuk perkembangan sepeda motor listrik sendiri memang masih terus berkembang. Harapan kami kedepan, kreativitas maupun inovasi anak-anak ya terus bertumbuh," sambungnya.

Menurut Deden, pengembangan tersebut sejalan dengan arah kurikulum di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa materi mengenai sepeda motor listrik dan hybrid kini memang telah dimasukkan sebagai salah satu mata pelajaran wajib bagi para siswa di jurusan Teknik Sepeda Motor. Dukungan PLN kepada SMKN 8 Bandung sangat membantu dan dampaknya nyata karena langsung dirasakan para siswa.

"Dengan adanya program-program seperti ini sangat terbantu. Karena memang produk ini kota yang buat, menjadi alat dan bahan pembelajaran bagi siswa kami, termasuk dalam membantu distribusi MBG ini," tuturnya.

PLN Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

SPKLU PLN di Jalan Braga, Kota BandungSPKLU PLN di Jalan Braga, Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).

Adopsi kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. PT PLN (Persero) melaporkan pemakaian listrik di SPKLU hingga pertengahan 2026 telah mencapai 62,4 juta kWh. Capaian tersebut melampaui rekor total tahun 2025 yang sebesar 48,5 juta kWh atau mengalami lonjakan sekitar 28%. Peningkatan ini memperlihatkan tingginya minat publik terhadap kendaraan ramah lingkungan yang dibarengi dengan ekspansi fasilitas pengisian daya.

Seperti di Jawa Barat, dari data yang dihimpun detikJabar, penggunaan kendaraan listrik di Jawa Barat menunjukkan tren pertumbuhan yang masif. PLN UID Jawa Barat melaporkan transaksi SPKLU selama periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 atau 12-31 Maret 2026 melesat lebih dari 400% menjadi 74.366 transaksi, dibandingkan 17.966 transaksi pada periode yang sama tahun 2025.

Untuk memberikan kenyamanan optimal bagi para pengguna kendaraan listrik, per Maret 2026, tercatat jumlah SPKLU melonjak dari 617 unit pada Maret 2025 menjadi 825 unit di bulan yang sama pada 2026. Lonjakan serupa juga terjadi pada segmen roda dua, penambahan fasilitas SPKLU motor dari 40 menjadi 121 unit berhasil mendongkrak jumlah transaksi secara drastis, yakni dari 519 transaksi pada 2025 menjadi 14.627 transaksi pada 2026.

Perkembangan kendaraan listrik kini semakin masif berkat dukungan infrastruktur pengisian daya yang kian merata. Selain SPKLU, layanan Home Charging PLN mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan melampaui 92 ribu pelanggan secara nasional hingga Juni 2026. Lonjakan ini didorong oleh penambahan 21.865 pengguna baru Home Charging sepanjang semester pertama 2026. Melalui fasilitas ini, pemilik kendaraan listrik dapat mengisi daya langsung di rumah, menjadikan area tempat tinggal sebagai bagian penting dari ekosistem kendaraan ramah lingkungan.

Terbaru, PLN UID Jawa Barat melakukan penambahan SPKLU yang ditempatkan di kawasan pendidikan. Dua unit SPKLU berteknologi ultra fast charging dengan kapasitas masing-masing 120 kilowatt (kW) hadir di kawasan Bank BNI Kampus IPB Dramaga, Bogor pada September 2026 lalu.

Kehadiran SPKLU ini tidak hanya menambah pilihan lokasi pengisian bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kolaborasi dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan di kawasan pendidikan. Dengan teknologi ultra fast charging, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30-40 menit, bergantung pada kapasitas baterai dan kemampuan pengisian masing-masing kendaraan.

Muhammad Joharifin selaku General Manager PLN UID Jawa Barat menyampaikan bahwa meluasnya penggunaan kendaraan listrik harus dibarengi dengan fasilitas pengisian daya yang kian memadai dan mudah diakses. Oleh karena itu, PLN secara konsisten mengajak berbagai pihak untuk bersinergi demi mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat.

"Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara PLN, institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan infrastruktur pengisian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Kolaborasi bersama IPB ini menjadi salah satu wujud bagaimana infrastruktur kendaraan listrik dapat tumbuh sekaligus mendukung agenda keberlanjutan," ujar Joharifin.

Joharifin menambahkan bahwa PLN membuka kesempatan kerja sama yang luas bagi instansi maupun pelaku usaha yang berminat mengembangkan SPKLU. Berbagai skema kemitraan telah disiapkan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mitra, mulai dari penyediaan lokasi hingga perangkat SPKLU.

"PLN siap menjadi mitra dalam pengembangan ekosistem ini. Mitra dapat berkontribusi sesuai kapasitasnya, sementara PLN mendukung dari sisi pasokan listrik hingga integrasi SPKLU dengan ekosistem digital PLN Mobile. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, kami berharap jaringan pengisian kendaraan listrik dapat berkembang lebih cepat dan menjangkau semakin banyak kawasan," tambah Joharifin.

PLN UID Jawa Barat terus menambah infrastruktur SPKLU demi memudahkan para pengguna kendaraan listrik di Jabar. Tak hanya itu, transisi menuju kendaraan listrik tidak berhenti pada pilihan kendaraan semata, melainkan juga perlu didukung kemudahan pengisian daya serta kesiapan kelistrikan di rumah.

Berdasarkan data terbaru Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat dari catatan 34 Samsat di Jabar, total kendaraan listrik mencapai 59.583 unit, yang terdiri atas 21.218 kendaraan roda dua dan 38.365 kendaraan roda empat.

Halaman 2 dari 5


Simak Video "Vale Indonesia Menjawab Tantangan Fluktuasi Harga Nikel"
[Gambas:Video 20detik](wip/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Weather Tomorrow Rain Hour Shah Live Rain Plan Atmospheric
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads