Ada banyak mitos keliru terkait kondisi kelainan lengkung pada tulang belakang atau yang lebih dikenal sebagai skoliosis. Salah satu anggapan bahwa penggunaan korset atau bracing mampu mengembalikan struktur tulang belakang yang melengkung menjadi lurus seperti sedia kala.
Di tengah maraknya berbagai metode penanganan mandiri, pemahaman yang keliru mengenai fungsi alat bantu medis ini justru dapat memberikan harapan palsu bagi para pasien. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan mitos medis ini berdasarkan panduan dan sudut pandang klinis yang tepat.
Benarkah Korset Menyembuhkan Skoliosis?
Banyak pasien mengira bahwa dengan mengenakan korset secara rutin, kurva tulang belakang yang menyimpang akan berangsur-angsur tertarik lurus dan sembuh total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggapan keliru ini sering kali membuat masyarakat mengandalkan alat tersebut tanpa mengikuti prosedur medis yang komprehensif.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Dohar Apul Lumban Tobing, SpOT K-Spine dari Siloam Hospital Mampang menyebut, mitos tersebut sama sekali tidak benar dan tidak sesuai dengan fungsi medis yang sebenarnya dari alat penyangga tersebut.
"Itu (skoliosis) adalah masalah medis, harus ditangani sedemikian rupa supaya bisa sembuh. Korset adalah alat bantu, di mana ketika pasie ada keluhan, oke dibantu dengan itu. Tapi sifatnya adalah temporer, sementara," jelas dr Dohar saat ditemui detikcom di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Fungsi Sebenarnya: Menahan Laju Pemburukan Kurva Tulang
Lantas, jika tidak untuk meluruskan, apa fungsi utama dari pemasangan korset pada pasien skoliosis?
Dalam dunia medis, penggunaan korset pada kasus skoliosis dilakukan dengan tujuan protektif yang sangat spesifik.
Pemasangan alat ini bertujuan untuk menahan laju pemburukan kurva agar tidak semakin parah, sehingga pasien dapat terhindar dari indikasi tindakan operasi besar.
"Pada skoliosis tertentu memang kita pakai korset, kalau agak agresif. Kita pakainya dengan tujuan adalah supaya lengkungan skoliosis ini jangan bertambah dulu sehingga masuk pada kategori harus operasi. Kalau bisa kita cegah supaya nggak operasi," katanya.
"Tapi si bracing itu ya, korset itu, pada pasien skoliosis sama sekali tidak membuat lurus. Tapi hanya menanam supaya bengkoknya nggak nambah," tegasnya.
Batasan Waktu Penggunaan dan Target Pemulihan
Penting untuk dipahami bahwa korset bukanlah solusi permanen yang harus dipakai seumur hidup oleh penderita skoliosis. Penggunaan alat bantu ini memiliki batasan usia dan tahapan pertumbuhan tertentu pada pasien.
Ketika target pencegahan tercapai dan masa pertumbuhan tulang mendekati fase akhir, penggunaan alat penyangga tersebut harus dihentikan sesuai dengan evaluasi dokter penanggung jawab.
"Dengan target pada usia 19, 18, itu (korset) harus dilepas. Kenapa? Kalau nggak (dilepas) ya gimana, susut lagi semua ototnya," paparnya.
Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
[Gambas:Video 20detik](aur/up)

























































