Kejutan politik terjadi di Texas, Amerika Serikat (AS), setelah Gina Hinojosa dari Partai Demokrat, memenangkan kursi gubernur dalam pemilihan paruh waktu. Hinojosa berhasil menumbangkan Gubernur Texas petahana, Greg Abbott, dari Partai Republik yang telah lama menguasai negara bagian tersebut.
Dilansir AFP, Senin (9/11/2026), Hinojosa merupakan perempuan Latin pertama yang terpilih sebagai gubernur Texas. Hinojosa menjadi kandidat yang mendukung regulasi lebih ketat terhadap pusat data.
"Kita memerlukan moratorium segera terhadap pusat data, yang berlaku sampai badan legislatif dapat bersidang untuk menetapkan perlindungan nyata. Dengan begitu, warga Texas bisa ikut menentukan apakah pusat data boleh hadir di komunitas mereka, dan bagaimana hal itu dilakukan," ujar Gina Hinojosa, seorang pengacara yang mengalahkan gubernur Texas petahana, Greg Abbott, dalam kampanyenya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam lalu, Hinojosa berjanji untuk melayani setiap warga Texas, baik mereka memilihnya atau tidak.
"Tidak akan ada aturan khusus untuk orang kaya dan berkuasa," kata Hinojosa.
"Kepercayaan yang Anda berikan kepada saya malam ini bukanlah cek kosong. Ini adalah tanggung jawab suci," sambungnya.
Hinojosa merupakan seorang pengacara sekaligus anggota legislatif negara bagian berusia 52 tahun. Ia merupakan bagian dari generasi baru Partai Demokrat yang berupaya menarik pemilih independen dan pemilih yang kecewa dengan kebijakan perang Trump di Timur Tengah yang tidak populer dan lonjakan harga bahan bakar serta kebutuhan pokok.
Hinojosa dibesarkan dalam keluarga Katolik Meksiko di dekat perbatasan. Ia memfokuskan kampanyenya pada biaya hidup dan berjanji untuk memberlakukan moratorium pada pembangunan pusat data baru, karena para inovator teknologi berhadapan dengan penduduk setempat yang tidak ingin tinggal di dekat fasilitas tersebut.
Baca juga: Bonus Game Harian |





















































