Gula darah merupakan sumber energi utama tubuh. Apabila seseorang tidak mengidap diabetes, tubuh akan mengontrol gula darah dengan lebih efisien.
Namun, jika seseorang mengalami pradiabetes atau diabetes, tubuh akan kesulitan menjaga glukosa dalam kisaran yang sehat.
"Sangat normal jika kadar glukosa naik dan turun sepanjang hari. Tujuannya bukanlah 'garis gula darah yang benar-benar datar'," kata ahli gizi Vandana Sheth, RDN, CDCES, FND.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, gula darah tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
Dikutip dari laman Eatingwell, gula darah rendah atau hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah 70 mg/dL atau lebih rendah. Kondisi ini dikaitkan dengan gejala jantung berdebar, gemetar, berkeringat, lapar, pusing, hingga perubahan suasana hati.
"Hipoglikemia berat bisa berbahaya dan membutuhkan penanganan cepat. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma atau kematian," tambah Sheth.
Di sisi lain, kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia mungkin tidak disertai gejala yang jelas. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, rasa lapar, dan penurunan berat badan. Seiring waktu, kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan perkembangan pradiabetes menjadi diabetes serta meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti kerusakan pada mata, kaki, jantung, hingga ginjal.
Dengan demikian, tujuan pengelolaan diabetes adalah menjaga kadar gula darah sebisa mungkin dalam kisaran normal. Ketahui beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa memengaruhi kadar gula darah.
1. Rutinitas Minum Kopi
Konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah. Akan tetapi, kapan meminumnya dan apa yang ditambahkan ke kopi bisa memengaruhi kadar gula darah.
Kopi bisa menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, terutama jika ditambahkan pemanis, krimer, sirup, dan bahan tinggi lemak jenuh.
"Memulai hari dengan peningkatan kadar glukosa darah dapat memicu fluktuasi kadar glukosa darah sepanjang hari," kata ahli gizi Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES.
Ia menyarankan untuk melakukan tes gula darah dengan alat pengukur glukosa atau monitor glukosa kontinu untuk melihat bagaimana kopi memengaruhi kadar gula darah.
"Bahkan kopi hitam pun dapat meningkatkan gula darah karena kafein membuat sel-sel Anda sedikit kurang responsif terhadap insulin. Jika Anda menyadari bahwa kopi meningkatkan gula darah Anda, minumlah saat sarapan daripada saat perut kosong, dan hindari sirup manis," tambahnya.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur juga bisa memengaruhi kadar gula darah. Menurut Sheth, tidur yang terganggu atau tidak cukup bisa menurunkan sensitivitas insulin dan mempersulit tubuh untuk mengatur glukosa.
"Meskipun banyak fokus tertuju pada makanan dan olahraga, tidur sering kali diabaikan," kata Sheth.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur (sering dikaitkan dengan waktu tidur kurang dari enam jam per malam) serta waktu tidur larut malam bisa mengurangi sensitivitas insulin dan meningkatkan resistensi insulin.
Saat sel-sel tubuh resisten terhadap insulin, kadar gula darah akan meningkat. Kurang tidur juga dikaitkan dengan berkurangnya aktivitas fisik dan pilihan makanan yang kurang sehat, dua faktor risiko lain untuk peningkatan kadar gula darah. Jadi, rutinitas tidur yang teratur bisa membantu mengatur kadar gula darah dengan lebih baik.
3. Duduk dalam Waktu Lama, Terutama setelah Makan
Perjalanan yang panjang hingga tenggat waktu pekerjaan bisa membuat seseorang duduk dalam waktu lama. Semakin banyak seseorang duduk, semakin sedikit waktu yang dimiliki untuk melakukan aktivitas fisik.
Gerakan teratur telah terbukti bisa meningkatkan pengelolaan gula darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan berdampak positif pada berat badan serta kesehatan secara keseluruhan.
"Saat otot Anda aktif, otot menggunakan glukosa dan ini sangat bermanfaat setelah makan," kata Sheth. Dia merekomendasikan sesuatu yang sederhana, seperti berjalan kaki singkat selama 10 hingga 15 menit setelah makan.
"Istirahat bergerak singkat membantu kadar gula darah Anda sepanjang hari," tambahnya.
(elk/kna)

























































