Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso buka suara terkait pemanggilan sejumlah pihak perusahaan kelapa sawit asal Indonesia oleh pemerintah Singapura pekan ini. Budi Santoso menyebut tidak ada masalah berarti dalam pemanggilan tersebut.
Dilansir detikFinance, sejumlah perusahaan sawit itu dipanggil sebagai tindak lanjut dugaan penyebab kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan-perusahaan tersebut bertemu dengan sejumlah pejabat Singapura, yakni Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.
Budi Santoso menyebut pertemuan itu tidak menimbulkan masalah dan tidak akan mengganggu neraca dagang Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak, enggak ada masalah," ujar Budi singkat saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Untuk diketahui, pemerintah Singapura bertemu dengan sejumlah perusahaan sawit Indonesia untuk membahas terkait polusi kabut asap yang berdampak ke Negeri Singa tersebut. Mereka meminta pihak perusahaan melakukan pemeriksaan independen terkait kegiatan operasional untuk mengetahui apakah ada kontribusi perusahaan terhadap karhutla.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas rencana memperketat aturan untuk menindak pihak yang bertanggung jawab atas polusi kabut asap. Pemerintah Singapura berencana mengajukan perubahan Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) dalam sidang parlemen berikutnya. Perubahan ini bertujuan memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi proses pemeriksaan perusahaan terkait isu lingkungan.
Berikut daftar perusahaan yang bertemu dengan pemerintah Singapura.
- Bumitama Agri: CEO sekaligus Executive Chairman Lim Gunawan Hariyanto.
- First Resources: CEO sekaligus Executive Director Ciliandra Fangiono.
- Golden Agri-Resources: Chairman sekaligus CEO Franky Oesman Widjaja.
- Indofood Agri Resources: CEO sekaligus Executive Director Mark Julian Wakeford.
- Kencana Agri: CEO sekaligus Executive Director Albert Maknawi.
- TSH Resources: Chairman Kelvin Tan Aik Pen.
- Wilmar International: Chairman sekaligus CEO Kuok Khoon Hong.
- Sinar Mas Group: Penasihat Senior Bernard Tan, yang juga mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)




























































