Banyak yang percaya bahwa pecel lele berasal dari Lamongan. Faktanya, di balik penyajian hidangan ikonik ini ada inspirasi dari kuliner Betawi.
Pecel lele menjadi salah satu kuliner kaki lima yang mudah ditemukan di berbagai daerah. Hidangan sederhana ini kerap menjadi pilihan makan malam karena rasanya gurih dan harganya terjangkau.
Warung pecel lele biasanya mulai ramai saat sore hingga malam hari. Aroma ikan yang digoreng garing dan sambal pedasnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik kepopulerannya, pecel lele ternyata menyimpan cerita sejarah yang menarik. Perjalanan kuliner ini hingga dikenal luas juga berkaitan dengan budaya merantau masyarakat dari daerah asalnya.
Baca juga: Eksis Sejak 2018, Warteg Halal di Jepang Ini Milik Diaspora Asal Klaten
Berikut ini 5 fakta pecel lele yang populer:
Pecel Lele banyak dikenal sebagai makanan khas Lamongan, Jawa Timur. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
1. Berawal dari Lamongan
Pecel lele dikenal sebagai salah satu kuliner khas Lamongan, Jawa Timur. Hidangan ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat.
Kemunculannya tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Kecamatan Sekaran dan Maduran. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan lele di Lamongan.
Pada awalnya, masyarakat Lamongan mengenal makanan ini dengan nama pecek lele. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi makanan yang banyak dijual masyarakat Lamongan.
2. Terinspirasi Kuliner Betawi
Para perantau dari Kecamatan Sekaran dan Maduran disebut mulai berdatangan pada 1980-an. Ketika berada di Jakarta, mereka melihat masyarakat Betawi menjual makanan bernama pencak lele.
Profesional Chef Lamongan, Farikh Makhmud, pernah menjelaskan asal-usul inspirasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para perantau melihat kuliner Betawi sebelum mengembangkan sajian lele versinya.
"Saat di perantauan itu, mereka melihat orang Betawi berjualan makanan pencak lele yang bumbunya dicampur dengan sedikit kencur," ujar Farikh.
Masyarakat Lamongan kemudian mengembangkan sajian lele dengan racikan berbeda. Nama dan bumbunya disesuaikan dengan selera masyarakat Jawa.
3. Mirip Pecak Lele
Meski namanya terdengar mirip, pecak lele dan pecel lele memiliki perbedaan. Perbedaan paling terlihat terdapat pada bumbu dan cara penyajiannya.
Pecak lele khas Betawi biasanya disajikan dengan kuah berbumbu rempah. Racikannya bisa menggunakan santan, bawang merah, cabai, jahe, dan kencur.
Sementara itu, pecel lele Lamongan lebih sederhana dalam penyajiannya. Ikan lele digoreng hingga garing lalu disajikan bersama sambal dan lalapan.
Ternyata asal usul penamaannya terinspirasi dari 'pecek lele'. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
4. Asal Usul Penamaannya
Menurut Ketua Forum Putra Asli Lamongan, Soen'an Hadi Poernomo, istilah pecel memiliki makna berbeda di daerahnya. Kata tersebut merujuk pada makanan yang dipenyet bersama sambal.
"Kalau di Lamongan yang namanya dipecel itu sesuatu, sajian ikan yang digoreng atau dibakar, kemudian dipenyet-penyet di dalam sambal tomat," jelas Soen'an.
Versi lain menyebutkan nama awalnya memang pecek lele. Sebutan tersebut kemudian berkembang menjadi pecel lele seiring penyebarannya ke berbagai daerah.
5. Ciri Khas Sambalnya
Selain sejarahnya, pecel lele Lamongan juga memiliki ciri khas dari racikan sambalnya. Sambal tersebut menjadi pelengkap utama yang membuat rasanya berbeda.
Farikh Makhmud menjelaskan bahwa sambal pecel lele Lamongan menggunakan campuran sejumlah bahan. Di antaranya kemiri, wijen, kacang tanah, kacang mete, hingga petis ikan.
Seiring perkembangan zaman, pilihan lauk di warung pecel lele juga semakin beragam. Ada ayam goreng, bebek, ikan nila, tahu, hingga tempe.
Simak Video "Kampung Pengrajin Budaya Condet Tawarkan Kuliner Khas Betawi Sejak 1953"
[Gambas:Video 20detik](dfl/adr)




























































Syukur668 Premium Online Since Stabil Khas Muat Turun Thrilling Mengujakan
W99 Login And Instantly ホーザン Amoled W 99 Focused Hundreds