Pesawat Learjet yang jatuh menghunjam daratan di Florida, Amerika Serikat (AS) meninggalkan kawah kecil. Namun, minim serpihan bodi pesawat. Kok bisa?
Pesawat Learjet menghunjam daratan di West Palm Beach, Florida pada Minggu (1/11/2026) lalu. Kecelakaan yang menewaskan 9 orang yang berada di dalam pesawat itu meninggalkan kawah kecil di jalanan imbas tumbukan.
Badan Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) kini sedang menyelidiki penyebab insiden tersebut. Berbagai teori tentang apa yang mungkin berkontribusi pada kecelakaan itu beredar secara online .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muncul juga pertanyaan tentang kurangnya puing-puing yang dapat dikenali di lokasi kecelakaan, dengan beberapa ahli penerbangan kini menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kecepatan jet saat menabrak daratan.
Rekaman audio dari kokpit pesawat dan ATC (air traffic control) beredar secara online. Kru pilot perempuan, yang kemudian dikonfirmasi sebagai Nathalia Gadelha Filguires, sang kopilot, terdengar menyatakan kondisi darurat kepada ATC.
"Kita sedang turun 8.000 kaki (2,4 km). Mayday, mayday! Kita sedang turun 10.000 kaki (3 km) per menit. Menyatakan keadaan darurat 722 Bravo Delta. Kita dalam kondisi kecepatan berlebih (overspeed), turun 20.000 kaki (6 km) per menit," terdengar suara anggota kru. "Kita akan menabrak daratan."
"Kita sedang turun sejauh 22.000 kaki (6,7 km), dan kita berbelok 60 derajat... Lihat ke luar. Astaga, waktu kita hampir habis!" pekik suara perempuan yang beredar.
Kecepatan Pesawat, Energi dan Momentum
Pilot pesawat komersial, Justin Crabbe, mengatakan dugaan mengapa di lokasi Learjet jatuh, minim serpihan bodi pesawat.
"Benturan berenergi tinggi seperti itu dapat menghancurkan pesawat menjadi bagian-bagian yang sangat kecil, dengan sebagian besar puing terkonsentrasi di sekitar titik benturan daripada tersebar di area yang luas," jelas Crabbe yang juga pendiri Jettly, perusahaan charter pesawat pribadi, kepada LADbible, dilansir Senin (2/11/2026), dikutip Rabu (3/11/2026).
Crabbe menambahkan bahwa jumlah puing yang terlihat sangat bergantung pada:
- kecepatan
- sudut benturan
- permukaan yang ditabrak
- apakah terjadi kebakaran setelah benturan
Crabbe kemudian menjelaskan bahwa 'titik benturan berbentuk kawah' tersebut merupakan bukti lebih lanjut bahwa jet tersebut kemungkinan besar bertabrakan dengan tanah 'pada sudut yang relatif curam dengan energi yang cukup besar'.
Pilot lain yang berlisensi Learjet serta presiden Par-Avion Group Aviation Consulting, DeWitt Ingram, memperkuat keterangan Crabbe. Kecepatan tinggi pesawat saat menghunjam daratan menimbulkan benturan yang juga berenergi tinggi.
"Transfer energi tersebut menghancurkan badan pesawat," ujar Ingram, dilansir dari CBS 12 News.
Ingram menambahkan bahwa bagian pesawat yang tersisa kemungkinan hanya roda pendaratan atau komponen mesin.
Sementara itu, pengacara penerbangan Zachary Gorwitz memberikan analisis serupa. Gorwitz mengatakan minimnya serpihan bodi pesawat di lokasi karena kekuatan benturan yang luar biasa.
"Itu sama sekali tidak mengejutkan," kata Gorwitz, dilansir Miami Herald.
Saksikan Live DetikSore :






























































