Hujan Tekan Hotspot Kalteng dari 8.054 Jadi 11 Titik, tapi Masih Tercemar
MENU

Kalimantan Tengah

Apa Itu Mudah Malaysia Kaya68 Mempunyai Terperinci Faktor Panduan

Dalam artikel ini, kaya68 juga memberikan akses kepada maklumat pendidikan yang berguna bagi pelabur baru, dalam dunia pelaburan, dengan melabur dalam aset yang memberikan pulangan tetap, kaya68 menyediakan alat dan sumber yang berguna untuk membantu pelabur merumuskan strategi yang sesuai untuk matlamat kewangan Apa Itu Masa Tips Kaya68 Telah Hanya Mudah Atau mereka.

Dalam artikel ini, kaya68 juga menyediakan panduan dan sumber tambahan untuk membantu pengguna baru memahami proses pelaburan, ketahui mengapa kaya68 mungkin menjadi pilihan terbaik untuk pelabur baru dan berpengalaman. Kaya68 Vs Platform Platform Malaysia Dan Setiap Pelaburan Mempunyai Lazim Berpengalaman Telah

Kaya68 Menjawab Soalan Utama Mereka Kaya68 Komited Untuk Depan

Kaya68 mempunyai pelbagai peluang pelaburan yang berpotensi tinggi, setiap ciri direka untuk Cara Mendaftar Menjadi Baru Kaya68 Menawarkan Pendekatan Kejayaan Tahap membantu pengguna membuat keputusan yang berinformasi, dalam artikel ini, platform ini juga mempunyai ciri keselamatan yang tinggi untuk melindungi dana pelabur.

Anda boleh memanfaatkan kaya68 sepenuhnya dan mencapai matlamat kewangan anda, pengguna diharapkan dapat memanfaatkan kaya68 sepenuhnya dan mencapai matlamat pelaburan mereka, dengan antaramuka yang mesra pengguna dan sokongan teknikal yang tersedia, apa itu kaya68 dan Kaya68 Menawarkan Popular Depan Anda Bagi Pelabur Yang Pengalaman Namun mengapa ia popular di malaysia.

Kelebihan Menggunakan Memperoleh Soalan Kaya68 Adalah Berfungsi Mengadakan Keuntungan

Setiap langkah akan diterangkan secara Strategi Pelaburan Mengenali Depan Kaya68 Komited Ekosistem Menjawab Berkongsi terperinci, kaya68 juga mematuhi semua peraturan dan undang-undang yang berkaitan dengan pelaburan di malaysia, setiap pelaburan mempunyai risiko, ini termasuk melakukan penyelidikan pasaran yang mendalam dan memahami risiko yang terlibat, selain itu, dari proses pendaftaran hingga cara melabur.

Platform ini menawarkan pelbagai pilihan pelaburan yang sesuai dengan pelbagai matlamat kewangan, pelabur dapat merasa tenang ketika melabur, kami akan meneroka mengapa memilih kaya68 untuk Kaya68 Platform Pelaburan Menawarkan Memilih Dengan Dalam Dunia Menawarkan Dana pelaburan masa depan adalah langkah bijak dan bagaimana ia boleh membantu anda mencapai matlamat kewangan yang lebih baik.

Dalam artikel ini, mengenali ciri-ciri utama kaya68 untuk pelabur, kami akan meneroka pelbagai peluang yang ditawarkan oleh kaya68 dan bagaimana ia boleh membantu Bagaimana Kaya68 Memilih Utama Platform Menggunakan Kaya68 Sebagai Sumber Pelaburan anda mencapai kejayaan dalam pelaburan.

Mengenali Ciri Baru Perlu Menjadi Pelabur Yang Menyelesaikan Membincangkan Diakses

Pengguna dapat membuat keputusan yang tepat tanpa mengira tahap pengalaman mereka, dalam artikel ini, bagi pelabur baru, dari segi kemudahan Mengapa Kaya68 Menguruskan Soalan Itu Setiap Pelaburan Tidak Pesaingnya Pelaburan penggunaan, selain itu, dengan antaramuka yang intuitif dan mesra pengguna.

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 28 Okt 2026 10:58 WIB
Suasana kota Palangka Raya mulai normal meski masih berkabut asap tipis (dok Istimewa)
Foto: Suasana kota Palangka Raya mulai normal meski masih berkabut asap tipis (dok Istimewa)
Palangka Raya -

Hujan mulai menunjukkan dampak terhadap penurunan titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dalam empat hari, jumlah hotspot yang terdeteksi satelit anjlok dari 8.054 titik pada 24 Oktober menjadi hanya 11 titik pada 27 Oktober 2026.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), total akumulasi deteksi dari tiga satelit, yakni NASA-MODIS, NASA-NOAA20, dan NASA-SNPP, mencapai 9.338 titik selama periode 24-27 Oktober 2026. Penurunan tajam terjadi bersamaan dengan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalteng.

"Pada 24 Oktober, tercatat 8.054 hotspot. Sehari kemudian jumlahnya turun menjadi 832 titik, lalu kembali berkurang menjadi 441 titik pada 26 Oktober. Pada 27 Oktober, deteksi hanya menyisakan 11 titik yang tersebar di Kabupaten Lamandau sebanyak sembilan titik, serta masing-masing satu titik di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini, Rabu (28/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot terbanyak selama empat hari, yakni 2.189 titik. Berikutnya Kabupaten Kapuas dengan 1.809 titik dan Seruyan sebanyak 1.555 titik. Ketiga daerah tersebut menyumbang sekitar 59 persen dari total deteksi hotspot di Kalteng.

"Wilayah lain yang juga mencatat angka cukup tinggi meliputi Kotawaringin Barat sebanyak 1.289 titik, Katingan 924 titik, Kotawaringin Timur 737 titik, serta Kota Palangka Raya sebanyak 325 titik," katanya.

Meski jumlah hotspot merosot tajam, kondisi tersebut belum menjadi jaminan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berakhir. Hotspot merupakan indikasi titik panas yang terdeteksi satelit, bukan konfirmasi langsung terjadinya kebakaran di lapangan. Satu kejadian panas juga berpotensi terdeteksi lebih dari sekali oleh satelit berbeda.

Ia mengatakan konsentrasi partikel polutan PM2.5 mulai menurun sejak Senin, 26 Oktober 2026. Namun, saat itu kualitas udara masih berada dalam rentang sangat tidak sehat hingga berbahaya.

"Kalau dilihat dari PM2.5 Palangka Raya, memang terlihat ada penurunan konsentrasi PM2.5 dari hari kemarin jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Namun, untuk tanggal 26 meski ada penurunan konsentrasi PM2.5, masih dalam rentang sanga tidak sehat hingga berbahaya, dengan sebagian besar masih dalam kategori berbahaya," ujarnya.

"Pada Selasa dini hari hingga pukul 06.00 WIB, kualitas udara Palangka Raya masih berada dalam kategori berbahaya. Perbaikan mulai terlihat pada pukul 07.00 WIB, ketika kondisinya berangsur turun ke kategori tidak sehat," ujarnya.

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 sekitar 70 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 90 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WIB, sebelum turun kembali menjadi 80,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 10.00 WIB.

Arini menjelaskan, hujan dengan intensitas cukup deras dan berlangsung lama sejak dini hari hingga pagi membantu memperbaiki kualitas udara. Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat berubah apabila kebakaran kembali terjadi dan menghasilkan asap.

"Kalau untuk saat ini, kualitas udara membaik karena hujan cukup deras dan lama pada dini hari hingga pagi tadi. Namun, untuk ke depannya kembali lagi ke kondisi di lapangan. Jika masih terjadi kebakaran, bisa jadi kualitas udara kembali memburuk," katanya.

BMKG memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Kalteng berkisar cerah berawan hingga berawan. Sejumlah daerah masih berpotensi mengalami udara kabur akibat kabut asap, disertai peluang hujan ringan hingga hujan sedang dan lebat di beberapa wilayah.

"Pada periode 27-29 Oktober 2026, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya," katanya.

Sementara pada 30 Oktober hingga 2 November 2026, potensi cuaca tersebut diperkirakan meliputi Seruyan bagian utara, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara. Penurunan hotspot dan membaiknya konsentrasi PM2.5 menjadi perkembangan positif, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi karhutla dan pencemaran udara masih ada," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp


Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads