Seorang penjaga Kebun Binatang Beekse Bergen, Belanda, meninggal dunia setelah diserang macan tutul. Nahas, meski telah mendapat penanganan di bagian kepala dan leher, nyawa penjaga tersebut tidak terselamatkan.
Insiden itu terjadi pada Sabtu (24/10/2026) saat korban merawat dua macan tutul Persia di fasilitas dalam ruangan. Pengelola bonbin pengelola mengonfirmasi korban meninggal dunia pada Selasa (27/10).
Kebun Binatang Beekse Bergen yang berada di Belanda bagian selatan itu akan menggelar penyelidikan independen untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir BBC, Rabu (28/10) dalam keterangan pihak kebun binatang, korban telah bekerja sejak berusia 17 tahun. Ia telah mengabdikan diri di taman safari itu selama sekitar empat dekade.
"Kepergiannya sangat memengaruhi kami semua. Hati kami bersama keluarga, teman, dan orang-orang terdekatnya. Saat ini, fokus utama kami adalah mendukung keluarga dan rekan-rekannya," kata perwakilan kebun binatang.
Kedua macan tutul itu biasanya ditempatkan terpisah dari staf, tetapi saat itu keduanya dipindahkan ke dalam ruangan karena cuaca buruk. Kronologi pasti serangan belum diketahui karena tidak ada kamera pengawas di dalam kandang.
Menurut laporan media lokal, NL Times, korban sempat meminta bantuan melalui radio komunikasi meski mengalami luka serius. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter dalam kondisi kritis.
Juru bicara Kebun Binatang Beekse Bergen menyatakan bahwa kedua macan tutul tersebut menunjukkan perilaku alami mereka. Pihaknya memastikan kedua satwa itu tidak akan dieutanasia.
"Mereka adalah predator dan akan tetap menjadi predator," kata juru bicara itu seperti dikutip BBC dari Omroep Brabant.
Usai kejadian, Kebun Binatang Beekse Bergen berencana menyediakan tempat khusus bagi pengunjung dan staf untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya penjaga kebun binatang tersebut.


























































