Penumpang kapal pesiar Odyssey kini terlantar di Kamboja. Di tengah ketidakpastian itu, mereka mendapat sambutan hangat dari pemerintah Kamboja.
Menteri Pariwisata Kamboja, Huot Hak, memimpin langsung kunjungan pejabat pemerintah untuk menemui para penumpang dan awak kapal di Pelabuhan Otonom Sihanoukville akibat masalah bahan bakar yang menghentikan pelayaran mereka.
Atas arahan Perdana Menteri Hun Manet, Huot Hak datang bersama sejumlah pejabat, termasuk Penjabat Gubernur Provinsi Preah Sihanouk, Samut Sotharith, serta pimpinan Pelabuhan Otonom Sihanoukville, Lou Kim Chhun. Perwakilan imigrasi dan otoritas pariwisata setempat juga turut hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menemui penumpang dan awak kapal untuk mengetahui kebutuhan mendesak. Para pejabat juga mendengarkan kekhawatiran yang muncul akibat terhentinya perjalanan, seperti dilaporkan oleh Khmer Times.
Sekitar 200 wisatawan dari 15 negara dan 150 awak kapal menyampaikan terima kasih atas perhatian dan keramahan yang diberikan pemerintah Kamboja. Menindaklanjuti kunjungan tersebut, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Preah Sihanouk membentuk tim koordinasi khusus untuk memastikan para penumpang mendapatkan layanan penting, serta merasa aman dan nyaman selama berada di negara itu.
"Bagi Kamboja, wisatawan mancanegara bukan sekadar pengunjung, melainkan sahabat yang layak mendapatkan penghormatan, perhatian, dan kehangatan-terutama di saat-saat sulit," demikian pernyataan pihak kementerian.
Menteri Huot Hak juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Perdana Menteri Sun Chanthol dan Menteri Informasi Neth Pheaktra atas koordinasi bantuan lintas instansi.
Meski perjalanan kapal terhenti, sebagian penumpang tetap memanfaatkan waktu mereka untuk mengenal Kamboja. Ada yang mengunjungi pantai dan pulau-pulau di Provinsi Preah Sihanouk, sementara lainnya melakukan perjalanan ke ibu kota Phnom Penh.
Para penumpang dan awak kapal juga memuji respons pemerintah, keramahan penduduk setempat, serta keindahan destinasi wisata Kamboja. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan ingin kembali berkunjung pada masa mendatang.
Sebelumnya, kapal pesiar Villa Vie Odyssey terpaksa menghentikan pelayanannya setelah mengalami kesulitan keuangan akibat melonjaknya biaya bahan bakar. Kapal yang tiba di Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Jumat (23/10) itu semula dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Vietnam pada Rabu (28/10).
Namun, para penghuni justru diminta meninggalkan kapal secara mendadak pada Selasa (27/10) karena kenaikan harga bahan bakar.
Odyssey merupakan kapal pesiar dengan konsep tinggal permanen sambil berkeliling dunia setiap tiga setengah tahun. Kini, kapal tersebut berada di bawah kendali pihak pemberi pinjaman dan berpotensi dilelang. Saat ini perusahaan masih mencari pendanaan baru, belum ada kepastian kapan pelayaran dapat kembali dilanjutkan.





























































