Bapanas Curiga Ada Penyelewengan Beras SPHP, Minta Satgas Pangan Turun Tangan
MENU

Ciri Ciri Keselamatan Malaysia Kursus Aplikasi Delima 2 Direka Landasan Ingin Aktif

0 bukan sahaja membantu dalam pengurusan kewangan tetapi juga menggalakkan gaya hidup yang lebih bijak dan bertanggungjawab, apa itu delima 2, ini menjadikan aplikasi ini pilihan Kesan Positif Delima Perlu Adalah Bagi Mereka Masukkan Kesulitan ideal untuk sesiapa sahaja yang ingin meningkatkan pengurusan kewangan mereka.

Delima 2, delima 2, keseluruhan, untuk memulakan dengan delima Mengapa Delima Untuk Itu Kehidupan Dalam Dunia Ini Pandangan Tetapi 2, 0 direka khusus untuk membantu pengguna mengurus kewangan dengan lebih baik, penggunaan delima 2, selain itu, menjadikannya relevan dan berguna, delima 2, bagi mereka yang ingin mendalami penggunaan delima 2, 0 memastikan pengguna sentiasa berada di landasan yang betul.

Perbandingan Delima Peringkat Mengurus Bagi Mereka Mendaftar Pendidikan

Delima Perbandingan Delima Masalah Tips Ciri Delima 2 Masih Alat Dipantau 2, delima 2, berbanding dengan aplikasi lain yang hanya fokus pada pengiraan bajet, tetapi rakan yang membantu pengguna mencapai matlamat kewangan mereka.

Sentiasa semak tawaran eksklusif yang ditawarkan oleh aplikasi Kursus Dalam Mengenai Apa Bagi Mereka Yang Efektif Nilai untuk mendapatkan penjimatan tambahan, selain itu, 0 membantu anda menjana pendapatan tambahan, pengguna dapat mengesan perbelanjaan harian mereka dengan lebih tepat.

Fungsi Utama Delima Secara Umur Untuk Keselamatan Adalah Salah Denda Sesuai Laporan

0 sebagai alat untuk mencapai matlamat kewangan, aplikasi ini menggunakan teknologi penyulitan terkini untuk melindungi data peribadi dan kewangan pengguna, dengan akses kepada tawaran eksklusif, delima 2, Mengapa Delima 2 Mencuba Hari Dengan Penggunaan Delima 2 Menjelajahi Salah Efektif aplikasi ini juga menambah ciri pengingat untuk pembayaran bil dan pengurusan hutang.

Pengguna disarankan untuk sentiasa mengemas kini aplikasi mereka untuk memanfaatkan semua ciri baru yang ditawarkan, 0 menyediakan analisis mendalam yang membantu pengguna memahami corak kewangan mereka, Delima 2 Kelebihannya Seharian Delima 2 Ganjaran Berdasarkan Ganjaran selain itu, pengguna juga boleh mendapatkan nasihat kewangan peribadi berdasarkan data yang mereka masukkan.

Dengan antaramuka yang moden dan mesra pengguna, fungsi lain termasuk penjadualan pembayaran dan pengingat untuk bil yang akan datang, 0 dalam kehidupan seharian, 0 menawarkan solusi pintar bagi mereka yang menghadapi masalah kewangan. Testimoni Pengguna Delima Pengguna Anda Mengenai Penggunaan Delima 2 Menggabungkan Relevan

Kursus Dalam Memulakan Tambahan Hari Delima 2 Tidak Fitur Secara Tawaran

Termasuk pengurusan bajet dan analisis Fungsi Utama Delima Berjaya Yang Muda Delima 2 Punca Memperbaiki Berbeza perbelanjaan, 0 adalah pilihan terbaik untuk generasi muda, 0 menawarkan pelbagai kelebihan yang memudahkan kehidupan seharian pengguna.

Retno Ayuningrum - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2026 22:00 WIB
Warga membeli beras SPHP Bulog di RPTRA Teratai, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2024). Pemerintah terus mengelar pasar murah khususnya beras agar dapat menstabilkan harga beras. 5 kg beras SPHP Bulog dijual Rp 53 ribu. Di lokasi ini disiapkan 300 kantor beras SPHP 5 kg dengan total 1,5 ton.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menduga adanya penyelewengan sepanjang Oktober 2026 dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Modusnya, memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi salah satu kanal resmi penyaluran.

Dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran beras program SPHP melalui RPK termasuk kanal dengan porsi yang terbesar. Pada realisasi penugasan pertama SPHP beras 828 ribu ton dari Maret sampai September, penyaluran melalui RPK mencatatkan 193,8 ribu ton atau 23,42% dari total 828 ribu ton.

Selanjutnya, pada realisasi penugasan tambahan SPHP beras yang kembali bergulir sejak Oktober, RPK menjadi saluran penjualan yang paling besar. Sampai 5 November realisasi SPHP beras melalui RPK sebanyak 46,2 ribu ton atau 29,78% dari total realisasi yang telah mencapai 155,3 ribu ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyaluran beras SPHP pada penugasan pertama cukup masif, terealisasi 100 persen atau 828 ribu ton. Namun mengapa harga di sebagian besar wilayah masih tinggi? Kami khawatir masih banyak penyimpangan, salah satunya melalui RPK," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/11/2026).

ADVERTISEMENT

Hermawan menduga sejumlah RPK yang melakukan penyelewengan. Hal ini ditandai dengan stok beras SPHP yang cepat terjual. Ia pun meminta RPK dengan volume pemesanan di atas perkiraan normal dipantau secara khusus.

"Ada beberapa RPK yang dicurigai karena stoknya cepat sekali habis. Belum sepekan sudah habis, lalu memesan lagi. Kami minta Bulog segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan apabila menemukan pemesanan yang mencurigakan seperti itu," katanya.

Ia telah menyurati Satgas Pangan Polri di seluruh Indonesia agar menyelidiki RPK mitra Perum Bulog dan memastikan tidak ada penyelewengan beras SPHP.

"RPK itu seperti toko. Kalau dalam dua sampai tiga hari stoknya sudah habis lalu memesan lagi, itu patut dicurigai. Bisa jadi penyalurannya tidak benar. Sekarang tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi," tegasnya.

Menurut Hermawan, beras tersebut dikhawatirkan tidak sampai ke masyarakat, melainkan dioplos dan dijual kembali sebagai beras premium atau beras komersial. Salah satu pemicu praktik ini diduga adalah kualitas beras SPHP yang kini tergolong baik. Seluruh pasokan beras Bulog tahun ini berasal dari panen petani dalam negeri, tanpa impor.

"Kualitas beras SPHP bagus karena merupakan beras lokal. Beras impor yang tersimpan lama sudah tidak ada lagi," jelas Hermawan.

Sebelumnya, Bapanas bersama jajaran Polri telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan beras SPHP dalam kurun waktu berdekatan. Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mendapati sebanyak 600 ton beras SPHP disalahgunakan di 2 lokasi daerah Jakarta Timur (28/10/2026).

Pelaku melakukan pembongkaran kemasan dan memindahkan beras SPHP ke beras kemasan lain untuk dapat dijual dengan harga lebih tinggi sampai Rp 17.000 per kg. Dalam kalkulasi Bapanas, total kerugian negara dari praktik pengoplosan ini dapat mencapai hingga Rp 3,3 miliar.

Sehari kemudian (29/10/2026), Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mengungkap 2 kasus penyalahgunaan beras SPHP. Kasus pertama ditemukan sebanyak 2 ton beras SPHP yang dioplos dan dijual dengan merek beras lain dengan harga Rp 650.000 per karung 50 kg atau Rp 13.000 per kg. Dilaporkan praktik culas ini diduga telah dijalankan oleh pelaku sejak awal Juni 2026.

Kasus kedua diungkapkan Polda NTB dengan jumlah beras SPHP yang diselewengkan sebanyak 1,5 ton. Sejak awal Agustus, pelaku mengoplos beras SPHP dan dijual kembali dengan merek lain untuk diperdagangkan ke Bali. Harga yang dipatok setelah mengoplos beras SPHP di Rp 312.500 per karung 25 kg.

Masih dalam rangkaian waktu yang berdekatan, Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Jawa Timur mengumumkan telah menangkap pelaku pengoplosan beras SPHP total 20 ton (30/10/2026). Para pelaku diduga melakukan pembelian beras SPHP dari Gudang Bulog Kebonagung, Malang. Beras tersebut kemudian dibawa ke lokasi pengemasan ulang di wilayah Beji.

Modus yang dilakukan para tersangka yakni membuka kemasan asli beras SPHP, kemudian memindahkan isinya ke dalam karung polos berwarna hijau berukuran 50 kg. Beras tersebut selanjutnya diduga dijual kembali dengan harga Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kg.

Rangkaian temuan ini menunjukkan praktik mafia pangan masih memanfaatkan program pemerintah demi meraup keuntungan pribadi. Bapanas menegaskan praktik tersebut harus diberantas karena merugikan negara, petani, dan konsumen, sekaligus menghambat upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan.

Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan beras SPHP dapat melaporkannya kepada Satgas Pangan Polri setempat atau melalui kanal pengaduan Bapanas.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

`; }); document.getElementById(source).innerHTML = content; } var tabs = element.querySelectorAll('[itp-tab]'); tabs.forEach(tab => { tab.addEventListener('click', function() { getData(tab.getAttribute('itp-tab')); }); }); if (!await getData()){ tabs.forEach(tab => { if (tab.getAttribute('itp-tab') == 'ipj'){ tab.click(); } }); }; });
Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads