Bulog Kanwil Sumsel dan Babel telah menyalurkan jagung SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) sebanyak 1,25 ribu ton per 5 November 2026. Realisasi itu baru terserap 50,47 persen dari target 2,48 ton.
Hal itu disampaikan Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan saat mengikuti rapat terkait penyaluran jagung SPHP melalui Zoom Meeting. Kegiatan digelar secara hybrid, yang dilakukan terpusat di Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan digelar Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional itu untuk memperkuat peran mendukung ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama pemerintah dan BUMN pangan dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur mikro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan penyaluran jagung SPHP tersebut untuk membantu peternak dikarenakan harga jagung yang tinggi," ujar Ihsan, Kamis (5/11/2026).
"Adapun penyaluran jagung SPHP yang telah dilaksanakan Bulog Kanwil Sumsel dan Babel sampai dengan tanggal 5 November ke Koperasi Indokopat sebanyak 847.900 kg dan Pinsar Sumsel 404.100 kg. Total yang sudah disalurkan sebanyak 1.252.000 kg," sambungnya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan di Blitar, Jawa Timur, disebut menjadi langkah kolaboratif dalam memperkuat ekosistem peternakan rakyat, khususnya bagi peternak ayam petelur skala mikro.
Melalui dukungan penyediaan jagung pakan dengan harga terjangkau serta penguatan penyerapan hasil produksi telur, pemerintah bersama BUMN pangan berupaya menciptakan keseimbangan antara biaya produksi peternak dan keberlanjutan pasar hasil peternakan.
Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan penyerahan simbolis jagung SPHP sebanyak 180 ton kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro. Juga dilakukan penyerahan simbolis program pembelian telur ayam oleh Bulog dan ID Food dari peternak mikro dengan nilai Rp 30 miliar untuk seluruh Indonesia secara bertahap hingga Desember 2026.
Kedua langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan dari sisi hulu hingga hilir, sekaligus memberikan kepastian dukungan bagi pelaku usaha peternakan rakyat.
Melalui program jagung SPHP, Bulog menyediakan komoditas jagung pakan dengan harga Rp 5.000 per kg di gudang bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pakan yang menjadi salah satu komponen utama dalam usaha peternakan ayam petelur. Sehingga, peternak memiliki ruang lebih besar untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan para peternak mikro memperoleh dukungan nyata untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
"Peternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Pemerintah hadir dengan membangun ekosistem peternak dari hulu sampe hilir, melibatkan BUMN Pangan. Melalui sinergi Kementan, Bapanas, Bulog, dan ID Food, kita ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat," ujarnya.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa dukungan terhadap peternak mikro merupakan bagian penting dari tanggung jawab pihaknya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas di pasar, tetapi juga bagaimana para pelaku usaha di tingkat produksi memperoleh dukungan agar dapat terus berkembang.
"Bulog memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program jagung SPHP, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat," imbuhnya.



























































