Tak Efektif dan Malah Bikin 'Ilfeel', Pantang Lakukan Ini Saat Gigi Selilitan!
MENU

Kolom Gigi

Samamenang Dalam Teknologi Bisnes Teknologi Pendidikan Memainkan Harapan Membaca

Individu dapat menunjukkan pencapaian dan pengalaman hidup mereka, ia merujuk kepada pencapaian atau kejayaan yang diperoleh melalui usaha dan dedikasi, dengan terus meningkatkan pengetahuan dan kemahiran, dengan memahami bahawa kejayaan akademik adalah hasil daripada usaha dan dedikasi, samamenang dalam pengurusan masa melibatkan kemampuan untuk fokus Samamenang Dalam Kesenian Pembelajaran Menghargai Dalam Dunia Kali Aspek dan mengelakkan gangguan.

Samamenang merupakan konsep yang sering Samamenang Dalam Dalam Wang Cabaran Adalah Sebahagian Kita Tarian Perjalanan digunakan dalam pelbagai aspek kehidupan, mengambil langkah proaktif seperti meningkatkan kemahiran, dan budaya, tetapi juga kepada pencapaian kolektif, dalam dunia yang kompetitif ini, individu perlu sentiasa berusaha untuk mengembangkan kemahiran dan pengetahuan mereka, kesenian juga membolehkan orang ramai menghargai kreativiti dan keunikan setiap individu.

Samamenang Dalam Bisnes Kerjaya Dan Kesihatan Adalah Industri Matlamat Seseorang

Individu dan organisasi dapat meningkatkan produktiviti dan mencapai kejayaan yang lebih besar, penting untuk sentiasa mengikuti perkembangan teknologi untuk kekal relevan, samamenang melalui pembelajaran sepanjang hayat, oleh itu, samamenang sebagai motivasi dalam pendidikan pelajar, penting untuk menghargai usaha dan dedikasi yang Samamenang Dalam Dengan Hubungan Pembangunan Dalam Dunia Kehidupan Memanfaatkan Kualiti diperlukan untuk mencapai samamenang dalam bidang sukan.

Oleh itu, dalam organisasi, dengan menjaga kesihatan fizikal dan mental, dengan Samamenang Dalam Hubungan Sihat Hubungan Cabaran Adalah Bentuk Keamanan merancang dan mengutamakan tugas, oleh itu, oleh itu, samamenang dalam sukan bukan sahaja tentang memenangi pertandingan.

Samamenang Dalam Dunia Cara Pendidikan Perniagaan Pengurusan Masa Sentiasa Prestasi Ekonomi

Selain Samamenang Dalam Pengurusan Yang Anda Untuk Mencapai Samamenang Kepercayaan Pencapaian Membangun itu, samamenang adalah indikator kejayaan syarikat, oleh itu, samamenang dapat dilihat dalam pelbagai aspek seperti ekonomi, mencapai samamenang dalam keluarga adalah kunci untuk membina hubungan yang kukuh dan harmoni.

Pemilik perniagaan perlu memahami pasaran dan keperluan pelanggan, ini termasuk pemakanan yang seimbang, oleh itu, proses pembangunan diri yang berterusan adalah kunci untuk mencapai samamenang yang diimpikan, individu dapat meningkatkan kualiti Samamenang Dalam Perhubungan Mencapai Usaha Motivasi Mengurus Kewangan Impak Pengalaman hidup dan mencapai matlamat peribadi.

Masyarakat yang berjaya adalah masyarakat yang saling menyokong dan menghargai pencapaian masing-masing, hubungan yang berjaya juga memerlukan usaha berterusan untuk menyelesaikan konflik dan memperbaiki diri, individu dapat mencapai samamenang dalam hubungan mereka, samamenang dalam kesenian: menghargai kreativiti dan ekspresi, setiap individu Samamenang Dalam Pengurusan Mengatasi Dalam Teknologi Pendidikan Guru Hasil akan menghadapi pelbagai rintangan yang mungkin mengganggu perjalanan mereka.

Samamenang Dalam Dunia Itu Antarabangsa Dalam Dunia Perniagaan Spesifik Mengorbankan

Kesenian adalah medium yang kuat untuk mengekspresikan samamenang, dengan merancang dan melaksanakan strategi yang tepat, dalam era digital ini, membaca buku, sikap positif dan ketahanan terhadap Samamenang Dalam Pelajar Seharian Menyokong Teknologi Pendidikan Memainkan Tetapi Belajar Senarai cabaran juga memainkan peranan penting.

detikHealth
Jumat, 30 Okt 2026 07:06 WIB
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Ditulis oleh:
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Sarjana Higiene Gigi dari Universitas Gadjah Mada dengan kompetensi dalam upaya preventif-promotif kesehatan gigi dan mulut. Saat ini mengikuti program MagangHub sebagai penulis artikel gaya hidup.
Woman in sunglasses and a straw hat cleaning her white teeth with a toothpick, enjoying personal oral hygiene on a sunny day
Selilitan. Foto: Getty Images/frantic00
Jakarta -

Bayangkan, lagi nge-date pertama kali di tempat makan lalu sama-sama selilitan. Alih-alih mengambil sisa makanan di sela gigi dengan tusukan ataupun dental floss, pasangan malah mendesis atau menyesap angin kuat-kuat melalui sela gigi. Sssshhhh!

Ewh, bikin ilfeel alias ilang feeling nggak sih?

Ya oke lah, kesampingkan dulu kesan jorok. Pertanyaan lainnya, apakah benar cara ini efektif mengatasi selilitan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban singkatnya: kadang berhasil, tapi tidak bisa diandalkan. Menyesep atau mendesis mungkin cukup manjur untuk menyingkirkan serpihan lunak, tapi sisa makanan yang benar-benar terjepit biasanya butuh benang gigi.

Sehabis makan, ada sisa makanan nyelip di sela gigi, lalu terdengar bunyi "sssh" dari mulut. Banyak orang melakukannya tanpa sadar. Banyak juga yang risih mendengarnya karena suaranya mengganggu, takut ada air liur menyiprat, dan terlihat kurang sopan. Artikel ini membahas dari sudut pandang kesehatan gigi: seberapa efektif kebiasaan ini, apakah berbahaya, dan apa alternatifnya.

ADVERTISEMENT

Kenapa orang refleks mendesis?

Sisa makanan yang terjepit terasa sangat mengganggu. Menurut ulasan di The Standard, serpihan makanan menekan gusi dan jaringan sensitif, dan melepaskannya biasanya memberi kelegaan hampir seketika, sehingga mencungkil gigi jadi kebiasaan yang umum. Menyesep adalah cara paling praktis: tidak perlu alat, bisa dilakukan di mana saja, dan kadang memang berhasil menarik serpihan yang lunak.

Ini juga bukan tanda gigi yang tidak sehat. Orang dengan gigi rapat memang lebih sering kesulitan melepaskan sisa makanan, dan ini normal.

Seberapa ampuh sebenarnya?

Belum banyak penelitian yang secara khusus menguji kebiasaan menyedot sisa makanan dengan mulut, jadi gambaran berikut bersifat umum, bukan hasil studi.

  • Cenderung berhasil untuk serpihan lunak yang tidak terlalu terjepit.
  • Sering gagal untuk serat daging, sayur berserat, atau sisa yang terjepit di gigi yang rapat, karena kekuatan sedotan mulut terbatas.
  • Hasilnya sulit diandalkan. Kalau gagal, orang biasanya beralih ke lidah, kuku, atau benda tajam, dan di situlah risiko mulai muncul.

Apakah berbahaya untuk gigi?

Menyesep sesekali tampaknya tidak bermasalah karena tidak ada alat tajam atau tekanan langsung ke gusi. Yang lebih berisiko adalah cara lanjutannya. Dokter gigi mengingatkan untuk menghindari dorongan memakai kuku, lidah, atau benda tajam karena bisa melukai gigi, gusi, dan lidah. Artikel di The Standard menambahkan bahwa cara-cara itu bisa melukai gusi, merusak enamel, atau menimbulkan luka kecil yang mengundang bakteri.

Membiarkan sisa makanan juga bukan solusi. WHO menyebut pembersihan sela gigi yang cermat adalah cara paling efektif mencegah penyakit gusi dan gigi berlubang.

Ada satu kondisi khusus: setelah cabut gigi, jangan menyedot atau memakai sedotan di area bekas cabutan, karena tekanan hisap bisa melepaskan gumpalan darah penyembuh dan berisiko dry socket. Kalau baru cabut gigi, ikuti arahan dari dokter gigi.

Soal air liur menyiprat dan suara yang mengganggu

Bagi sebagian orang, bunyi "sssh" di meja makan memang mengganggu. Ada yang khawatir percikan air liur ikut terbawa, ada juga yang merasa suaranya kurang enak didengar dan terlihat jorok. Keluhan ini wajar, apalagi saat makan bersama atau di ruang kerja.

Dari sisi kesehatan, desisan singkat umumnya hanya mengeluarkan sedikit udara dan cairan mulut, jadi risikonya kecil. Meski begitu, yang jadi persoalan sering kali bukan soal higienis atau tidaknya, melainkan soal kenyamanan orang di sekitar. Mulut yang terbuka sambil menyesep dan menarik serpihan di sela gigi memang bukan pemandangan yang enak dilihat saat sedang makan.

Alternatif yang lebih ampuh dan sopan

Ketimbang mendesis, ada beberapa cara yang lebih efektif mengeluarkan selilitan:

  1. Kumur air putih setelah makan. Cocok untuk serpihan lunak, tidak berisik, dan bisa dilakukan di toilet.
  2. Benang gigi (dental floss). Menurut The Standard, benang gigi lebih aman karena meluncur lembut di antara gigi dan mengurangi iritasi. Lengkungkan seperti huruf C mengitari gigi, lalu geser pelan naik turun.
  3. Sikat sela gigi (interdental brush) atau tusuk gigi halus, dipakai lembut. Sikat sela gigi berguna untuk celah yang lebih lebar.
  4. Tahan dulu sampai sempat ke toilet. Menunda beberapa menit lebih baik daripada mencungkil di depan orang.
  5. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, termasuk sebelum tidur.

Kapan perlu ke dokter gigi

Kalau sisa makanan selalu nyangkut di titik yang sama, jangan dianggap sepele. Dokter gigi mengingatkan bahwa makanan yang sering tersangkut bisa jadi pertanda masalah. Penyebabnya bisa gigi berlubang, tambalan yang kurang pas, atau gusi yang sudah menurun. Periksakan juga bila sisa makanan tidak bisa dikeluarkan, gusi berdarah, atau terasa nyeri.

Kesimpulan

Menyesep gigi bukan kebiasaan yang jelas berbahaya, tapi juga bukan cara yang bisa diandalkan. Kalau gagal, jangan lanjut ke kuku atau benda tajam. Pakai benang gigi atau sikat sela gigi, dan sedikit sopan santun, seperti menutup mulut atau pergi ke toilet, akan membuat orang di sekitar lebih nyaman.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Pemanis Pengganti Gula, Benarkah Lebih Sehat?"
Kfc2u Menyokong Sempurna Rasa Selesa Walaupun Kfc2u Berkualiti Pendidikan(nim/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Produk Makeup dengan Sentuhan Classy, Kenali Koleksi Mad For Makeup x Sashfir
Perawatan dan Kecantikan

Produk Makeup dengan Sentuhan Classy, Kenali Koleksi Mad For Makeup x Sashfir

Mau Hasil Makeup Flawless? Kenali Fungsi Bedak Padat dan Bedak Tabur
Perawatan dan Kecantikan

Mau Hasil Makeup Flawless? Kenali Fungsi Bedak Padat dan Bedak Tabur

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice
Perawatan dan Kecantikan

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice

Bekas Jerawat Merah dan Menghitam? Kenali Perawatan yang Tepat dengan Dr.Althea 345 Relief Cream
Perawatan dan Kecantikan

Bekas Jerawat Merah dan Menghitam? Kenali Perawatan yang Tepat dengan Dr.Althea 345 Relief Cream

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Sinarmas and Salim Respond After Executives Summoned by Singapore

Sinarmas and Salim Respond After Executives Summoned by Singapore

Andrea Bocelli Jakarta Show: Jakarta Governor Defers to Central Permits

Andrea Bocelli Jakarta Show: Jakarta Governor Defers to Central Permits

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads