Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pantau ujian ulang Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (UN) ulang jenjang SMA/SMK/sederajat di SMA Negeri 68 Jakarta, Jumat (30/10/2026). Ujian ulang ini ditujukan pada murid yang sebelumnya terkendala jaringan pada pelaksanaan gelombang 1 hari kedua sesi 1 pada Selasa, 27 Oktober 2026 lalu.
Ujian ulang ditujukan untuk mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris untuk TKA dan Survei Lingkungan Belajar bagi AN. Berhadapan langsung dengan siswa SMAN 68 Jakarta, Menteri Mu'ti meminta agar murid tidak perlu panik dengan kendala yang terjadi.
"Alhamdulillah TKA-nya lancar semua. Ini yang kemarin gantinya, yang hari kedua sempat ada gangguan itu. Saya minta mereka tetap rileks, terus tidak usah terlalu panik karena sudah selesai dikerjakan," kata Menteri Mu'ti kepada wartawan ditemui di SMAN 68 Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Mu'ti juga berpesan agar murid tetap menyiapkan diri untuk pembelajaran lebih lanjut. Hal ini dikarenakan setelah TKA ulang, murid kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Menyiapkan untuk belajar yang lebih lanjut, karena kan setelah ini mereka masih belajar sebagaimana biasa," sambungnya.
Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Penentu Banyak Hal
Selain gangguan kendala jaringan pada gelombang 1 hari kedua sesi 1, Mu'ti menyebut tidak ada laporan soal kendala lainnya. Ia bersyukur pelaksanaan TKA 2026 lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Tidak ada (laporan) apa pun oke. Alhamdulillah ya," sambungnya.
Di hadapan para murid, Mu'ti menyatakan TKA memang bukan penentu kelulusan. Tapi, hasil TKA menjadi penentu banyak hal, salah satunya digunakan sebagai syarat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2027.
"TKA bukan penentu kelulusan, tapi menjadi penentu dalam banyak hal, terutama kalau yang mau kuliah. TKA juga berposisi dalam membantu bagi murid yang berprestasi, kalau nilainya bagus, bisa beruntung diterima di perguruan tinggi negeri," ungkap Mu'ti.
Usai TKA, murid disebut Mu'ti masih punya kesempatan untuk menyiapkan diri dalam menghadapi ujian-ujian berikutnya. Termasuk juga ujian masuk perguruan tinggi impian masing-masing.
"Waktu ada masih lama kan, misalkan nanti memperbaiki diri, menyiapkan yang terbaik," imbuhnya.






























































