Liputan6.com, Jakarta Cara membuat perangkap lalat buah dengan cuka apel sangatlah mudah. Kamu tinggal menuang cuka apel ke dalam gelas, menambahkan setetes sabun, lalu menutupnya dengan plastik yang dilubangi.
Aroma cuka apel akan memancing lalat masuk, lalu sabun membuat lalat tenggelam di dalam cairan. Bahannya sudah ada di dapur, jadi cara membuat perangkap lalat buah dengan cuka apel ini bisa langsung kamu praktikkan hari ini juga.
Cairan beraroma buah dan manis merupakan umpan terbaik untuk perangkap lalat buah. Cuka apel belakangan tengah populer sebagai obat alternatif yang juga turut memiliki fungsi lain. Bagi yang memiliki masalah terhadap serangga terbang kecil itu, bisa menggunakan langkah pembasmian menggunakan cuka apel berikut.
Advertisement
1. Perangkap Cuka Apel dengan Plastik Wrap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2400624/original/052965400_1541412677-Raw_Pixel.jpg)
Model ini paling sering dipakai karena praktis. Dalam praktiknya, cara membuat perangkap lalat buah dengan cuka apel versi plastik wrap cuma butuh gelas atau stoples kecil, karet gelang, dan tusuk gigi.
- Tuang cuka apel: Masukkan cuka apel secukupnya sampai dasar wadah tertutup, kira-kira 1/8 cangkir.
- Tambahkan sabun: Teteskan satu sampai dua tetes sabun cuci piring, lalu aduk pelan supaya tidak berbusa.
- Tutup wadah: Lapisi mulut wadah dengan plastik wrap, lalu kencangkan dengan karet gelang.
- Buat lubang kecil: Tusuk beberapa lubang dengan tusuk gigi atau garpu sebagai jalan masuk lalat.
- Letakkan di titik rawan: Taruh perangkap di dekat mangkuk buah, tempat sampah, atau wastafel.
Takaran sabun perlu kamu perhatikan. Sebagaimana dilaporkan Yahoo yang mengutip Chowhound, terlalu banyak sabun justru menyamarkan aroma cuka apel, sehingga takaran yang ideal hanya satu atau dua tetes.
Daniel Baldwin, entomolog bersertifikat di Hawx Pest Control, dikutip dari Chowhound menyatakan, "Lalat buah tertarik pada cuka apel karena aromanya meniru bau buah busuk, tempat mereka makan dan bertelur.
Kalau ingin membaca cara lain dengan bahan rumahan, kamu bisa melihat tips mengusir lalat buah di dapur dengan bahan alami.
Advertisement
2. Perangkap Cuka Apel dengan Corong Kertas
Corong kertas bekerja seperti pintu satu arah. Lalat gampang masuk, tapi susah keluar. Model ini bisa jadi pilihan kalau kamu ingin cara membuat perangkap lalat buah dengan cuka apel yang lebih rapi dan tahan lama.
- Isi stoples: Tuang cuka apel beberapa sentimeter ke dasar stoples kaca.
- Gulung kertas: Bentuk selembar kertas menjadi kerucut, lalu rekatkan dengan selotip.
- Buat lubang di ujung: Sisakan lubang kecil di ujung corong, cukup untuk dilewati beberapa ekor lalat.
- Pasang corong: Masukkan corong dengan ujung runcing menghadap ke bawah, tanpa menyentuh cairan.
- Rekatkan pinggiran: Tutup celah antara corong dan bibir stoples dengan selotip.
Lubang di ujung corong sebaiknya kurang dari seperempat inci atau hanya beberapa milimeter. Ujung corong juga tidak boleh menyentuh dasar stoples atau umpan, dan corong perlu direkatkan ke stoples dengan selotip.
Metode ini juga dianjurkan oleh kalangan akademisi. Sebagaimana disampaikan University of Kentucky Entomology, perangkap dibuat dengan memasang corong dari kertas buku tulis ke dalam stoples yang diberi umpan beberapa ons cuka sari apel, lalu diletakkan di mana pun lalat buah terlihat.
3. Perangkap Cuka Apel dan Sabun Tanpa Penutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992216/original/058861100_1649681664-margaret-jaszowska-WP-wLt9Ys0c-unsplash.jpg)
Kalau lalat di rumahmu kelihatan "kebal" terhadap perangkap tertutup, coba versi mangkuk terbuka. Contoh sederhananya, bayangkan kolam kecil berisi cuka apel yang permukaannya sudah dibuat licin oleh sabun. Cara membuat perangkap lalat buah dengan cuka apel model ini paling cepat disiapkan.
- Siapkan mangkuk dangkal: Pakai mangkuk kecil atau piring cekung yang mudah dibersihkan.
- Tuang campuran: Masukkan sekitar 1/4 cangkir cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring.
- Biarkan terbuka: Jangan ditutup, supaya aroma cuka menyebar lebih luas.
- Cek dan ganti rutin: Buang isinya ketika sudah kotor atau dipenuhi lalat, lalu isi ulang.
Salah satu alasan sangat disarankannya penggunaan cuka apel, karena aromanya menarik lalat. Dari sana, lalat akan tertarik dan kemudan terperangkap sehingga berkurang.
Advertisement
Tips agar Perangkap Lalat Buah Lebih Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2513712/original/036389500_1543815820-pf-mc11-ake3024-chim.jpg)
Perangkap hanya menangkap lalat dewasa, sementara telurnya bisa terus menetas. Berdasarkan panduan University of New Hampshire Extension, penggunaan perangkap sama sekali tidak seefektif menjaga kebersihan dapur dengan baik. Karena itu, padukan perangkap dengan langkah berikut.
- Pakai cuka apel, bukan cuka putih: Untuk perangkap ini, cuka sari apel yang manis lebih efektif daripada cuka putih biasa.
- Singkirkan sumber makanan: Simpan buah matang di kulkas atau wadah kedap udara, lalu bersihkan sisa makanan di meja dan saluran wastafel.
- Kurangi tempat bersembunyi: Ruangan yang rapi membuat lalat tidak punya banyak pilihan selain perangkapmu.
- Pasang lebih dari satu: Buat beberapa perangkap untuk area buah, tempat sampah, wastafel, dan meja makan.
- Cek saluran pembuangan: Untuk memastikan lalat berkembang biak di saluran air, tutup lubangnya semalaman dengan plastik bening. Lalat dewasa yang keluar akan tertangkap di plastik.
- Konsisten selama satu siklus hidup: Siklus hidup lalat buah dari telur sampai dewasa hanya sekitar 8 sampai 10 hari, jadi pasang perangkap minimal selama periode itu.
Semakin banyak tempat persembunyian, semakin banyak hama yang dapat ditampung rumah Anda. Seperti yang diberitakan Farmers Almanac, masalah lalat buah bisa beres dalam lima sampai sepuluh hari jika perangkap dipasang dan semua sumber makanan disingkirkan sejak hari pertama. Kalau langkah bersih-bersih dilewati, waktunya bisa molor tanpa batas karena telur baru terus menetas.
Sebagai referensi tambahan, kamu juga bisa mencoba perangkap serangga dari barang bekas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perangkap Lalat Buah
Berapa lama perangkap cuka apel bisa dipakai?
Ganti cairannya setiap satu sampai tiga hari, atau ketika cairan mulai kotor dan lalat tidak lagi tertarik masuk. Aroma cuka yang sudah melemah membuat perangkap jadi kurang efektif.
Apakah perangkap ini aman di rumah yang ada anak kecil?
Bahannya relatif aman karena hanya cuka dan sabun. Meski begitu, letakkan perangkap di tempat yang tidak terjangkau anak-anak dan hewan peliharaan supaya tidak tumpah atau terminum.
Kenapa lalat buah tidak mau masuk ke perangkap?
Biasanya karena sabunnya terlalu banyak, lubangnya terlalu kecil, atau masih ada buah busuk di sekitar dapur yang lebih menarik bagi lalat. Kurangi takaran sabun, perbaiki ukuran lubang, lalu singkirkan sumber makanan lainnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360361/original/012138900_1790634421-IMG-20260928-WA0086_1.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384804/original/059308900_1793181710-01M60WVKVKSENRC80ADHTQMNZZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)