Liputan6.com, Jakarta -Headphone saat ini menjadi perangkat yang lekat dengan keseharian generasi Z. Tidak hanya digunakan saat bepergian, perangkat audio ini juga kerap menemani aktivitas belajar, bekerja, hingga bersantai di kafe. Mendengarkan musik atau podcast melalui headphone seolah menjadi cara praktis untuk menikmati waktu sendiri di tengah berbagai kesibukan.
Kebiasaan tersebut memang memberikan kenyamanan tersendiri. Namun, penggunaan headphone yang terlalu sering juga mulai mendapat perhatian para pakar. Pasalnya, kebiasaan terus-menerus menutup telinga dari suara sekitar berpotensi mengurangi kesempatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan sosial.
Trend banyaknya Gen Z pakai headphone bukan semata-mata berkaitan dengan kebiasaan mendengarkan musik, melainkan juga bagaimana seseorang membatasi hubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Jika tidak disadari, penggunaan headphone yang berlebihan dapat membuat seseorang semakin terisolasi dan berpotensi merasa kesepian.
Advertisement
Tren Penggunaan Headphone di Kalangan Gen Z dan Dampaknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389855/original/025210700_1793775776-pexels-mart-production-7252537.jpg)
Berdasarkan survei Edison Research yang dilakukan di Amerika Serikat pada Mei 2026, kelompok usia 13–34 tahun rata-rata menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam sehari untuk mendengarkan musik, podcast, maupun konten audio lainnya.
Sementara itu, data Spotify yang disampaikan oleh juru bicaranya menunjukkan bahwa sekitar 56 persen pemutaran musik global di platform tersebut berasal dari pengguna Gen Z selama periode 1 Januari hingga 25 November 2025. Angka ini memperlihatkan besarnya keterlibatan generasi muda dalam menikmati konten audio digital.
Menurut Richard Davidson, pendiri sekaligus direktur Center for Healthy Minds di University of Wisconsin-Madison, kebiasaan menggunakan headphone dapat membuat mahasiswa kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi. Ia memperkirakan sekitar 90 persen mahasiswa yang beraktivitas di lingkungan kampusnya mengenakan headphone.
Padahal, lingkungan kampus menjadi tempat yang memungkinkan seseorang bertemu dan berkenalan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Ketika seseorang terus mengenakan headphone, peluang untuk memulai percakapan sederhana atau mengenal orang baru bisa semakin berkurang.
Advertisement
Alasan Musik Menjadi Teman Favorit Gen Z
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389856/original/007567400_1793775777-pexels-pavel-danilyuk-8001059.jpg)
Musik sering kali menjadi pilihan untuk menemani berbagai aktivitas, mulai dari mengerjakan tugas hingga melakukan perjalanan. Bagi sebagian orang, mendengarkan lagu melalui headphone juga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan membuat aktivitas terasa tidak membosankan.
Melansir The Guardian, neuropsikolog Dr. Amber Johnston menjelaskan bahwa musik dapat merangsang dopamin dan pusat penghargaan di otak. Efek tersebut membuat seseorang merasakan pengalaman menyenangkan ketika mendengarkan lagu favoritnya. Hal serupa juga dapat terjadi ketika seseorang menggunakan berbagai teknologi yang memberikan stimulasi menyenangkan.
Akan tetapi, kebiasaan selalu mendengarkan musik ketika melakukan pekerjaan yang dianggap membosankan berpotensi membuat seseorang semakin sulit menikmati waktu tanpa stimulasi tambahan. Akibatnya, kondisi hening atau situasi tanpa hiburan bisa terasa kurang nyaman.
Johnston menjelaskan bahwa seseorang yang kesulitan menoleransi kebosanan mungkin akan terus mencari rangsangan untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Musik melalui headphone pun dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kebosanan.
Terlalu Sering Menggunakan Headphone Bisa Memicu Isolasi Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389857/original/076771400_1793775777-pexels-karola-g2-6399.jpg)
Mengenakan headphone tidak selalu berarti seseorang sengaja menghindari orang lain. Kebiasaan tersebut bisa saja dilakukan secara spontan karena ingin menikmati musik atau merasa lebih nyaman saat beraktivitas. Meski begitu, penggunaan yang terus-menerus dapat menciptakan penghalang sosial antara diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Davidson menyoroti bahwa kesempatan berinteraksi sering kali muncul melalui momen sederhana, seperti menyapa orang yang ditemui atau memulai percakapan ketika sedang menunggu di kedai kopi. Namun, kebiasaan langsung mengenakan headphone atau sibuk dengan ponsel dapat membuat kesempatan tersebut terlewatkan.
Pandangan serupa disampaikan Michael Bull, profesor studi suara dari University of Sussex. Ia menjelaskan bahwa headphone memberikan kendali sosial kepada penggunanya untuk mengabaikan orang lain, kecuali ketika mereka ingin terlibat dalam interaksi. Kendali tersebut memang memberikan keleluasaan, tetapi juga dapat membatasi kesempatan seseorang untuk terhubung dengan lingkungan sekitar.
Hal ini turut disoroti dalam laporan The Guardian pada 9 Juni 2024. Laporan tersebut mengutip penelitian Jabra pada 2021 yang menemukan bahwa 38 persen pengguna headphone di Inggris sengaja tetap mengenakannya untuk menghindari percakapan dengan orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian orang memanfaatkan headphone bukan hanya untuk menikmati audio, tetapi juga sebagai cara membatasi interaksi sosial.
Padahal, interaksi singkat sekalipun berpotensi memberikan rasa terhubung dengan orang lain. Jika seseorang terlalu sering melewatkan kesempatan tersebut, hubungan sosialnya bisa menjadi lebih terbatas dan memicu perasaan terisolasi.
Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama bagi anak muda yang sedang membangun pertemanan dan memperluas lingkungan sosial. Bukan berarti penggunaan headphone harus dihindari sepenuhnya, tetapi penting untuk memahami kapan perangkat tersebut dibutuhkan dan kapan sebaiknya dilepas.
Advertisement
Cara Mengurangi Ketergantungan pada Headphone
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389858/original/056366800_1793775778-pexels-pavel-danilyuk-7937677.jpg)
Untuk mengurangi kebiasaan terus-menerus mencari stimulasi, Johnston menyarankan seseorang mulai membiasakan diri menghabiskan waktu tanpa hiburan tambahan. Salah satunya dengan belajar merasa nyaman ketika sedang bosan tanpa harus langsung memutar musik atau mencari aktivitas lain.
Latihan tersebut dapat membantu seseorang meningkatkan toleransi terhadap kebosanan. Dengan begitu, keinginan untuk selalu mendapatkan rangsangan tambahan melalui musik atau perangkat digital bisa berkurang secara bertahap.
Selain itu, Davidson mengingatkan pentingnya melatih kesadaran terhadap aktivitas yang sedang dilakukan. Seseorang perlu memperhatikan apakah dirinya benar-benar hadir dalam situasi saat ini atau justru terlalu larut dalam pikiran dan distraksi dari perangkat digital.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dicoba adalah melepas headphone ketika berada di lingkungan sosial. Misalnya, saat menunggu pesanan di kafe, berjalan di area kampus, atau berada di tempat yang memungkinkan terjadinya percakapan dengan orang lain.
Kebiasaan mendengarkan musik tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesempatan bersosialisasi. Dengan mengatur waktu penggunaan headphone dan sesekali menikmati suasana sekitar, Gen Z dapat tetap menikmati hiburan sekaligus menjaga hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trend Banyaknya Gen Z Pakai Headphone
Mengapa Gen Z sering menggunakan headphone dalam kesehariannya?
Gen Z menggunakan headphone untuk menikmati musik atau podcast saat belajar, bekerja, bepergian, hingga bersantai. Musik juga dapat memberikan stimulasi menyenangkan dan membantu mengurangi rasa bosan.
Apakah terlalu sering menggunakan headphone bisa menyebabkan kesepian?
Penggunaan headphone berlebihan berpotensi mengurangi kesempatan berinteraksi dengan orang lain. Jika kebiasaan ini membuat seseorang sering melewatkan percakapan dan hubungan sosial, perasaan terisolasi dan kesepian bisa muncul.
Bagaimana cara mengurangi kebiasaan menggunakan headphone?
Cobalah melepas headphone saat berada di lingkungan sosial, menikmati waktu tanpa musik, dan mulai memperhatikan keadaan sekitar. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekaligus membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360361/original/012138900_1790634421-IMG-20260928-WA0086_1.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389854/original/030852700_1793775775-pexels-karola-g-6256059.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392773/original/004480400_1794123271-54b1714f-b568-463a-99f8-af663b8321a8.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392792/original/063722100_1794124910-Gemini_Generated_Image_9s8maj9s8maj9s8m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392763/original/090716500_1794122497-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392748/original/041592800_1794121337-Gemini_Generated_Image_j3v009j3v009j3v0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392762/original/095382000_1794122497-c49dc9c2-07ae-46d6-a133-90e18a0c4764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392814/original/097991600_1794128733-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392778/original/011713000_1794124628-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5618521/original/070829100_1778205991-pohon_jambu_air_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392790/original/082508900_1794124857-a360c2ee-9e53-477e-b5aa-cf6614f19107.jpg)