Liputan6.com, Jakarta Cara menangani dinding lembab dengan bahan murah sebenarnya cukup sederhana, karena bahan utamanya ada di dapur. Cuka putih, baking soda, dan arang sudah bisa dipakai untuk membersihkan jamur sekaligus menyerap kelembapan.
Supaya hasilnya awet, kamu juga perlu memperbaiki sirkulasi udara dan menutup celah tempat air merembes. Jadi, cara menangani dinding lembab dengan bahan murah selalu dimulai dari membersihkan noda, lalu menghentikan sumber airnya.
Sebagai gambaran, jenis lembap yang paling umum adalah kondensasi. Dilansir dari Basingstoke and Deane Borough Council, kondensasi terbentuk ketika udara lembap mendingin karena bersentuhan dengan permukaan dingin seperti dinding, jendela, atau cermin .
Advertisement
Berikut cara menangani dinding lembab dengan bahan murah yang bisa diterapkan di rumah sebagaimana dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (8/11/2026).
1. Bersihkan Jamur dengan Cuka Putih dan Baking Soda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392716/original/025438400_1794118878-1.jpg)
Langkah pertama dalam cara menangani dinding lembab dengan bahan murah adalah membersihkan jamur di permukaannya. Cuka putih dan baking soda harganya terjangkau, gampang dicari di warung, dan bisa dipakai bergantian sesuai tingkat noda.
Mengacu pada panduan Lichfield District Council, membersihkan jamur bisa berisiko, jadi kenakan pelindung seperti masker, sarung tangan, dan kacamata, serta jangan menyikat jamur dalam kondisi kering karena sporanya bisa beterbangan.
- Siapkan pelindung diri: Pakai masker dan sarung tangan karet, lalu buka jendela supaya bau cuka dan spora tidak terhirup.
- Semprotkan cuka putih:Tuang cuka putih tanpa dicampur air ke botol semprot, semprotkan langsung ke area berjamur, lalu diamkan minimal satu jam.
- Lanjutkan dengan larutan baking soda:Campurkan 1 sendok teh baking soda dengan 2 gelas air hangat, kocok, lalu semprotkan ke jamur dan gosok perlahan dengan sikat lembut atau kain.
- Bilas dan keringkan: Lap dengan kain bersih yang dibasahi air, lalu biarkan dinding benar-benar kering. Kalau sempat, buka jendela agar sinar matahari ikut membantu.
- Coba minyak tea tree sebagai alternatif:Campurkan 3-4 tetes minyak tea tree dengan 2 liter air, dan selalu uji dulu di area tersembunyi untuk memastikan tidak meninggalkan noda.
Tips: Jangan mencampur cuka dengan pemutih.
Pemutih sebaiknya hanya dipakai untuk kerusakan jamur sedang hingga parah, dan jangan pernah dicampur dengan pembersih lain.
Advertisement
2. Serap Kelembapan dengan Arang dan Perbaiki Sirkulasi Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392717/original/033703300_1794118878-2.jpg)
Setelah jamur bersih, kamu perlu mengurangi uap air di dalam ruangan. Bagian ini penting dalam cara menangani dinding lembab dengan bahan murah, karena tanpa sirkulasi udara yang baik, jamur akan cepat tumbuh lagi.
- Letakkan arang di area lembap: Siapkan sekitar 200 gram arang, bungkus dengan kain tipis, lalu taruh di sudut ruangan yang pengap. Arang menyerap partikel air dan bau lewat pori-porinya, dan sebaiknya diganti setiap 1-2 bulan.
- Gunakan mangkuk baking soda: Mangkuk berisi baking soda atau arang aktif bisa menyerap kelembapan berlebih, tetapi hindari cara ini jika ada anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.
- Beri jarak furnitur dari dinding: Lemari yang menempel ke dinding membuat udara lembap terperangkap. Ini salah satu penyebab dinding cepat lembab yang sering tidak disadari.Sisakan jarak minimal 10 cm dari dinding luar.
- Buka jendela secara rutin: Terutama setelah memasak, mandi, atau menjemur pakaian di dalam rumah. Kipas angin juga bisa membantu mempercepat aliran udara di ruangan yang ventilasinya terbatas.
- Lap embun setiap pagi: Lap jendela dan kusennya dengan kain kering setiap pagi agar air tidak menetes dan meresap ke dinding.
3. Tutup Celah Rembesan dengan Bahan Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392718/original/041452100_1794118878-3.jpg)
Kalau dinding tetap basah meskipun udara sudah lancar, kemungkinan ada air yang masuk dari luar. Di tahap ini, cara menangani dinding lembab dengan bahan murah fokus pada menutup retakan sebelum kamu mengecat ulang.
Sebagaimana dikutip dari panduan Folkestone and Hythe District Council,rembesan terjadi karena air bocor dari dinding luar, dengan tanda bercak lembap di dinding atau plafon yang makin gelap setelah hujan.
- Kenali jenis lembapnya: Bercak yang menggelap setelah hujan biasanya tanda rembesan. Kalau muncul garis seperti bekas air di bagian bawah dinding, kemungkinan itu lembap dari tanah.
- Kerok cat yang rusak: Kupas semua cat yang menggelembung atau mengelupas, lalu bersihkan debunya. Mengecat di atas permukaan berjamur hanya membuat cat cepat terkelupas lagi.
- Tutup retak rambut: Pakai dempul dinding siap pakai atau sealant silikon untuk menutup retakan kecil di sekitar jendela, pipa, atau sambungan dinding.
- Lapisi dengan campuran semen: Untuk area yang lebih luas, campurkan cairan emulsi polimer (super cement) dengan semen sebagai lapisan dasar. Campuran ini membantu merekatkan lapisan lama dan baru sekaligus menutup pori-pori dinding.
- Cat ulang setelah kering: Merujuk panduan Reading Borough Council,setelah kelembapan dan jamur terkendali, kamu bisa mengecat dinding yang paling parah dengan cat tahan jamur.
- Cek talang dan dak: Bersihkan talang dari daun kering dan pastikan tidak ada genangan di dak beton, karena air yang menggenang lama akan mencari celah untuk merembes ke bawah.
Advertisement
Kesalahan yang Membuat Dinding Lembab Muncul Lagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392719/original/049638300_1794118878-4.jpg)
Banyak orang sudah rajin membersihkan dinding, tapi bercaknya tetap kembali beberapa minggu kemudian. Biasanya ini terjadi karena ada kebiasaan kecil yang terlewat. Kalau ingin tahu lebih banyak soal tanda dan dampaknya, kamu bisa membaca cara mengatasi dinding lembab secara lengkap.
Perlu kamu tahu, efektivitas bahan rumahan masih diperdebatkan. Sebagaimana diungkapkan Winchester City Council,semprotan pemutih atau cuka hanya menghilangkan noda di permukaan dan tidak membunuh spora jamur. Jadi, bahan murah cocok untuk jamur ringan, sedangkan jamur yang terus kembali perlu ditangani dengan cairan anti jamur khusus.
- Langsung mengecat tanpa mencari sumber air: Cat baru akan menggelembung lagi kalau kebocoran atau rembesannya belum diperbaiki.
- Menyikat jamur dalam kondisi kering: Spora bisa beterbangan dan menempel di area lain. Basahi dulu dengan larutan pembersih.
- Mencampur bahan kimia sembarangan: Pemutih yang dicampur dengan pembersih lain bisa menghasilkan uap berbahaya.
- Menjemur pakaian di dalam kamar: Uap air dari pakaian basah menempel ke dinding dan memicu pengembunan.
- Tidak mengganti arang secara berkala: Arang yang sudah jenuh tidak lagi menyerap air dengan baik.
- Membiarkan talang tersumbat: Air hujan yang meluap dari talang sering jadi penyebab dinding atas cepat basah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dinding Lembab
Apakah cuka putih aman dipakai untuk dinding yang dicat?
Secara umum aman, asalkan kamu menguji dulu di area kecil yang tersembunyi. Setelah dipakai, bilas dengan air bersih dan keringkan supaya tidak ada sisa cairan yang meresap ke cat.
Berapa lama dinding harus kering sebelum dicat ulang?
Tidak ada patokan pasti karena tergantung cuaca dan tingkat kelembapan. Pastikan dinding benar-benar kering saat diraba dan sumber airnya sudah diperbaiki, idealnya saat musim kemarau.
Kapan dinding lembab perlu ditangani tukang profesional?
Kalau jamur terus muncul meskipun sudah dibersihkan, plester mulai rapuh, atau bercak meluas setelah hujan, sebaiknya panggil tukang atau ahli bangunan untuk memeriksa sumber kebocorannya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360361/original/012138900_1790634421-IMG-20260928-WA0086_1.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392715/original/014455600_1794118878-pexels-evgeniya-litovchenko-1718484-9127236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)